Giri Menang (suarantb.com) – Satu tahun memimpin Lombok Barat (Lobar), Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini bersama Wabup Lobar, Hj Nurul Adha atau LAZ-Adha telah menunjukkan perubahan yang dirasakan masyarakat Gumi Patut Patuh Patju dari berbagai bidang. Mulai dari pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan transformasi ekonomi hingga kemiskinan berhasil ditekan dalam kurun waktu satu tahun.
Satu tahun pemerintahan LAZ-Adha dirangkai dalam sebuah acara refleksi di Pendopo Bupati pada Jumat (20/2/2026) mengundang segenap pihak, mulai dari tokoh agama, OPD, Camat, Kepala Desa hingga warga masyarakat. Satu tahun pemerintahan juga bertepatan dengan peluncuran kegiatan ekonomi selama Ramadan “Nganteh Bebuka” di jalur Alun-alun Giri Menang Park.
Perubahan nyata pada masa Pemerintahan LAZ-Adha bukan sekadar pada data dan angka. Namun dirasakan oleh masyarakat Lobar, seperti diungkapkan Munawar pedagang bakso yang berjualan di kawasan Gerung. Semenjak hampir setahun secara nyata Kota Gerung ramai dan tampil lebih hidup. Dulunya, ketika malam, kota ini seperti kota mati. “Tapi sekarang semenjak pak Bupati LAZ ini, jadi ramai dan hidup. Kami merasakan dampaknya dari sisi ekonomi pendapatan keluarga dari hasil berjualan,” tuturnya.
Ia mulai berjualan mandiri sejak tahun 2022. Ia berjualan keliling dari rumah ke rumah warga dengan penghasilan tak seberapa. Semenjak Kota Gerung ramai, ia bisa meraup hasil jual bakso dua kali lipat, kisaran Rp1,5-2 juta. “Kalau biasanya saya dapat Rp1 juta bahkan kurang tapi semenjak ramai Kota Gerung bisa kami dapat Rp2 juta, Alhamdulillah jadi dua kali lipat,” terangnya.
Dari hasil jual bakso itu, ia bisa menyekolahkan anak-anaknya. Bahkan dari tiga anaknya sekolah di Tamboro, paling besar sudah selesai sekolah. Sedangkan anaknya yang nomor dua masih Mondok di Temboro,satu lagi masih duduk di kelas 1 SD. Ia mengaku banyak perubahan di masa pemerintahan Bupati dan Wabup saat ini. “Memang banyak perubahannya terutama dari sisi ekonomi (UMKM),” imbuhnya.
Keramaian ini juga memberi berkah bagi para PKL yang berjualan di seputaran Plaza Bundaran GMS. Suhaimi, PKL yang berjualan di Plaza 3 mengaku perubahan geliat ekonomi sangat dirasakan oleh pedagang kecil sepertinya. “Dalam sehari dapat jualan hingga satu juta, semenjak GMS ini ramai,” imbuhnya. Pendapatan hasil jualan meningkat dari sebelum GMS ditata oleh Pemkab.
Sementara itu, Bupati dalam acara refleksi satu tahun pemerintahannya bersama Wabup di pendopo mengatakan melalui refleksi ini, ia dan Wabup tidak sekadar untuk mempublikasikan sebuah keberhasilan, tetapi yang merasakan perubahan adalah masyarakat sehingga merekalah yang bisa menilai. LAZ menyadari keberhasilan dalam pemerintahan ini adalah akumulasi dari kerja bersama, sebab tidak mungkin pemerintahan akan bisa sukses tanpa dukungan kuat dari DPRD, begitu juga dukung dari masyarakat.

“Dan alhamdulillah kita sudah lalui dan satu tahun sudah kita lakukan peletakan, minimal fondasi-fondasi dalam bekerja,” terangnya.
Memulai pemerintahan pada tahun 2025 pun, ia melanjutkan anggaran APBD yang sudah disusun sebelumnya. Sehingga anggaran APBD yang murni disusun sesuai konsep dan janji politiknya pada tahun 2026. Setahun memimpin Lobar besama Wabup, berbagai capaian dan indikator telah dicapai. Capaian ini berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Walupun dengan hasil kerja ini, ia mengaku belum puas sebab butuh percepatan-percepatan yang luar biasa.
“Saya selalu sampaikan ke teman-teman OPD, sembilan bulan kita sudah bersama, sudah cukup prosesnya adaptasi, harus bisa membacanya. Tapi satu prinsip yang paling utama, tidak ada satu rupiah pun uang Pemda tidak memiliki output yang jelas. Ini yang saya selalu sampaikan ke teman-teman sehingga berbasis kinerja,” tegasnya.
Di tengah kondisi fiskal daerah pun, pihaknya berupaya melakukan berbagai upaya sehingga menghasilkan hasil yang cukup menggembirakan. Hal ini mengacu pada data, bahwa dari sisi janji politiknya untuk mengalokasi anggaran dalam bentuk program 1 miliar per desa per tahun, dimulai tahun ini.
“Seluruh usulan dari desa yang kami himpun melalui Musrenbangdes telah kami usulkan menjadi sebuah program sehingga tidak bisa muncul program di luar itu,” tegasnya.
Seluruh OPD harus mengambil bagian dari program ini, begitu pula program Pemprov bersinergi bersama. “Dan alhamdulillah tahun 2026 semua desa telah punya plafon program senilai 1 miliar yang nanti dituangkan dalam rencana kegiatan tahun 2026,” imbuhnya.
Program satu miliar per desa, di mana di dalamnya Rp100 juta per dusun. Idealnya sesuai konsepnya, masing-masing dusun dialokasikan Rp100 juta bisa dicapai. Saat ini plafon program 1 miliar per desa telah dicapai, lalu nanti dimasing-masing dusun diarahkan untuk mendapatkan 100 juta per dusun dalam 1 miliar tersebut. “Kita berharap program 1 miliar per desa ini akan mampu menggerakkan ekonomi warga di level desa, sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.
Dari berbagai indikator capaian selama satu tahun memimpin Lobar, ia telah meletakkan fondasi untuk menunjukkan on the track dan arah pembangunan kedepan yang lebih baik lagi. Pada indikator usia harapan hidup, selama setahun memimpin mampu ditingkatkan menjadi 73,03 tahun (2025) dari 72,64 tahun (2024). Artinya ada peningkatan usia harapan hidup masyarakat Lobar. Begitu pula IPM, mengalami kenaikan dari tahun 2024 72,70 menjadi 73,5 tahun 2026.
Angka stunting, bisa ditekan pihaknya melalui langkah konkret yang dilakukan dengan pemberian susu kepada anak stunting. Pemberian susu ini dikontrol oleh kader yang memantau ke lokasi untuk memastikan agar susu betul-betul diminum yang diberikan. “Kader ini memotret anak yang lagi minum susu dan itu dikirim,” ujarnya. Tingkat pemberian dan kepatuhan minum susu ini pun menunjukkan pertumbuhan berat badan yang signifikan.
Berikutnya rata-rata lama sekolah mengalami peningkatan dari 6,8 tahun menjadi 7,15 tahun. Begitu juga harapan lama sekolah naik menjadi 14,17 dari 13,99. Selajutnya pembangunan SDM, pihaknya telah merehabilitasi tiga layanan vital yakni ruang perawatan khusus anak, UTDRS dan ruang operasi. Pihaknya merehabilitasi pengembangan lima puskesmas dan rekonstruksi Pustu. Dalam rangka peningkatan bidang kesehatan pihaknya juga meningkatkan bed pasien di puskesmas, dari 47 menjadi 107 bed tahun 2025. Kendaraan ambulans ditambah empat unit tahun 2025 dan ambulance basic dan advance ditambah dua unit.
Bidang pendidikan, ia mampu merehabilitasi sedang dan berat ruang kelas sekolah. Di mana tahun 2024 hanya mampu ditangani 63 unit, meningkat menjadi 90 unit tahun 2025. Indeks infrastruktur, tahun 2025 meningkat 48,99 dari 47,81 pada tahun 2024. Begitupula persentase infrastruktur dasar, pada tahun 2025 meningkat menjadi 37,21 dari 35,3 pada tahun 2024. Rasio konektivitas, meningkat dari tahun 2024 sebesar 59 persen menjadi 60,77 persen.
“Tentu infrastruktur dasar ini jadi fokus kami, karena tidak mungkin ekonomi bergerak jika infrastruktur dasar tidak diperhatikan,” ujarnya.
Tentu pihaknya ingin membangun semua yang menjadi kebutuhan publik. Namun kemampuan fiskal terbatas harus dibagi dengan sektor lain. Sehingga ditentukan melalui skala prioritas. Beberapa strategi dilakukan pihaknya di tengah tekanan fiskal ini. Pihaknya melakukan optimalisasi anggaran dan mencari sumber-sumber PAD baru. Hal ini pun terus dilakukan pihaknya, sehingga tahun 2025 dalam sejarah Lobar tidak pernah mencapai 100 persen PAD, kecuali tahun 2025.
“Tentu ini kerja bersama, tapi harus kita tingkatkan kekompakan kita ke depannya agar target kita capai,” imbuhnya.
Sebab tahun 2026 ini target PAD naik Rp100 miliar dari tahun lalu. Untuk mencapai target ini butuh dukungan dan kolaborasi semua pihak. Selanjutnya pada bidang infrastruktur, total jalan mantap 512 kilometer dari total jalan mencapai 784 kilometer. Sisanya masih ada 272 kilometer yang butuh penanganan. Untuk menangani sisa jalan yang belum mantap tersebut, LAZ kembali mengajak semua pihak berkolaborasi.

Yang menonjol dilakukan tahun 2025 lanjut LAZ, yakni pembangunan SPAM salah satunya yang dinilai spektakuler menyelesaikan SPAM Gili Gede yang selama ini menjadi hambatan pengembangan pariwisata di daerah itu. “Alhamdulillah Gili Gede bisa Kita selesaikan, tinggal kita memelihara ke depan,” imbuhnya.
Rehabilitasi rumah kumuh, lanjut LAZ, tahun 2024 dianggarkan 221 unit meningkat tahun 2025 menjadi 579 unit. Program bedah rumah ini menjadi program yang sangat dinanti oleh masyarakat, sehingga tahun ini dianggarkan lebih besar lagi agar betul-betul menyentuh seluruh masyarakat yang memang membutuhkan renovasi rumah.
Diakui begitu banyak keluhan soal rumah kumuh ini, bukan berarti tidak ditangani pihaknya. Namun, diakui kemampuan anggaran yang terbatas, sehingga penanganan pun secara bertahap. Selanjutnya, beberapa program pembangunan yang mendapatkan perhatian publik yang luar biasa, diantaranya Alun-alun Giri Menang Park, yang dihajatkan untuk kegiatan masyarakat sehingga Kota Gerung menjadi ramai dan hidup.
Selain itu, pihaknya merevitalisasi Taman Kota Gerung sebagai pusat seni budaya dan bisa dikunjungi wisatawan asing untuk menikmati pertunjukan kesenian warga. Pihaknya juga merevitalisasi Bundaran GMS, yang kini menjadi pusat keramaian dan ekonomi baru di Lobar. Ia juga serius merealisasikan akses jalan dua jalur Masjid Baitul Atiq menuju Bypass. Saat ini sedang proses pembebasan lahan. Nantinya setelah pembebasan lahan, Pihaknya mengusulkan ke Kementerian PU untuk dibantu pengaspalan.
Selain itu, jalur dua dari Babusalam ke Bypass juga diprioritaskan untuk aksesibilitas langsung ke Pusat Pemerintahan Lobar. Ia juga tengah membebaskan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan Islamic Center. “Kami telah anggarkan cukup besar hampir Rp90 miliar untuk pembebasan lahan,” imbuhnya.
Rencana pembangunan Islamic Center ini dihajatkan tidak saja sebagai pusat untuk ibadah, tetapi juga peradaban umat Muslim Lobar. Prosesnya saat ini menunggu tandatangan Menteri Agama untuk dibawa ke Kementerian PU sebagai dasar untuk disiapkan pembangunan.
“Alhamdulillah saya sudah ketemu dengan Dirjen Bimbingan Umat Islam dan menyanggupi segera mengeluarkan surat itu,” imbuhnya.
Di samping sarana prasarana tersebut, pihaknya juga telah membangun Dermaga Sengigigi. Pembangunan dermaga ini berdampak pada peningkatan trip kapal cepat. Sebelumnya dua kapal, menjadi empat trip ditambah lagi dua operator yang akan masuk melayani rute Sengigigi- Bali. Dengan begitu kian banyak wisatawan yang keluar dan masuk Senggigi.
Di kawasan Sengigigi juga telah dibangun jogging track. Kawasan ini juga telah bersih dari lapak PKL yang sebelumnya keberadaannya sangat menganggu pengunjung. Kedepan ia ingin tim kebersihan dan pengamanan satpol PP khusus ditempatkan di kawasan Sengigigi.
Untuk penerangan, tahun lalu pihaknya memasang 688 titik lampu jalan mulai dari Sengigigi hingga perbatasan dengan KLU. Kemudian dari Lembar ke Dasan Cermen dan dari Rumak ke Kediri. Masyarakat pun mengapresiasi pemasangan lampu jalan tersebut, karena desanya menjadi terang. Untuk operasional penanganan lampu jalan ini, pihaknya telah membeli satu unit mobil crane.
Pada bidang kebakaran dan penyelamatan, ia menambah dua unit damkar. Kemudian untuk kebersihan, ia menambah delapan unit kendaran sampah, 31 roda tiga dan dua teknologi Masaro. Dari sisi transformasi ekonomi, pihaknya menyiapkan subsidi bunga bantuan modal kepala pelaku UMKM. Program ini menyasar 2.276 pelaku UMKM dari 11 ribu pelaku. Bahkan model subsidi bunga yang dilakukan pihaknya, banyak yang akan meniru. Karena subsidi bunga ini bisa menggerakkan usaha di dalamnya.
Pihaknya juga konsisten melaksanakan Car Free Night (CFN) sehingga terdapat 230 pelaku UMKM yang terlibat dengan perputaran uang mencapai Rp185 juta per minggu. “Ini luar biasa,” imbuhnya. Awalnya, Pemkab yang mengadakan kegiatan CFN ini, tetapi mulai tahun ini kegiatan CFN ini dilaksanakan secara mandiri oleh pelaku UMKM sendiri melalui paguyuban yang dibentuk.
“Alhamdulillah sekarang ini sudah mandiri, seluruh pelaku UMKM bersatu menjadi paguyuban yang melaksanakan kegiatan ini. Pemerintah sudah menarik diri, kita siapkan konsep di tempat lain,” terangnya.
Bahkan pelaku UMKM sangat terbantu, karena melalui CFN ini mereka bisa mencari penghidupan tiap pekan. Tidak saja di Gerung, pihaknya juga membidik daerah Iain untuk mengadakan hal serupa. Dengan berbagai capaian ini lanjut LAZ, laju pertumbuhan ekonomi Lobar pun tercatat mengalami peningkatan, dari 3,05 persen pada tahun 2024 menjadi 4,19 pesen tahun 2025.
“Begitu pula tingkat kemiskinan bisa ditekan menjadi 11,9persen dari 12,65 persen. Walaupun penurunan tidak terlalu signifikan, tetapi untuk menurunkan satu digit bukan perkara mudah,” imbuhnya.
Selain itu, berbagai penghargaan diperoleh pihaknya selama setahun memimpin Lobar. Di antaranya, indeks reformasi birokrasi, Lobar terbaik di NTB mengalahkan provinsi dan kabupaten/kota lainnya. Angka yang dicapai 82,75 dari sebelumnya 78, hampir naik 5 poin. Selain itu prestasi-prestasi lainnya, baik level provinsi dan nasional juga telah dicapai. (her)


