Mataram (suarantb.com) – PT BPR Syariah Dinar Ashri atau Bank Dinar bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Metro Insan Mulia (MIM) Foundation kembali menggulirkan program Gerakan Bersih Masjid sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan rumah ibadah. Setelah berjalan selama setahun di Bima, program ini kini diperluas ke Pulau Lombok, dimulai menjelang Ramadan 1447H/2026 ini.
Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, mengatakan program ini pertama kali diluncurkan saat pembukaan kantor cabang di Kabupaten Bima tahun lalu. Saat itu, kegiatan bersih masjid langsung dijalankan untuk wilayah Kota dan Kabupaten Bima.
“Program ini sudah berjalan satu tahun di Bima. Setiap hari tim turun membersihkan masjid, mulai dari ruang utama hingga toilet. Tujuannya menciptakan masjid yang bersih dan nyaman bagi jamaah,” ujar Mustaen.
Menurutnya, inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sejumlah masjid yang dinilai kurang terawat, terutama pada fasilitas wudu dan toilet. Padahal, masjid dibangun dengan biaya besar dan menjadi tempat suci bagi umat Islam.
“Sering saya keliling dan singgah salat di beberapa daerah. Kadang kondisinya memprihatinkan, terutama toiletnya. Bagaimana tempat suci tapi tidak terjaga kebersihannya. Dari situlah kami berinisiatif meluncurkan program ini,” katanya.
Mustaen menjelaskan, sumber pendanaan program berasal dari Bank Dinar, sementara pelaksana teknis di lapangan dilakukan oleh MIM Foundation sebagai mitra operasional. Selain membersihkan masjid, program ini juga memuat unsur edukasi tentang tata cara menjaga kebersihan dan praktik wudu yang benar.
“Konsepnya bukan sekadar bersih-bersih, tapi juga edukasi. Bahkan jika ada masjid yang membutuhkan karpet atau fasilitas jamaah perempuan, bisa mengajukan melalui program ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MIM Foundation, M Romi Saefudin, menyampaikan bahwa dukungan masyarakat di Bima menjadi motivasi untuk menggandakan program ke Lombok. Di Pulau Lombok, gerakan ini difokuskan di Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur.
“Di Lombok ada dua titik utama, yakni Mataram dan Lombok Timur. Satu tim terdiri dari tiga sampai lima orang. Targetnya satu hingga tiga masjid per hari, mencakup ruang dalam, toilet, halaman, hingga pemberian pengharum,” jelas Romi.
Ia menambahkan, pelaksanaan tetap berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat. Di Mataram, program tahap awal menyasar 40 masjid binaan sebelum diperluas ke wilayah lain.
Selain pembersihan rutin, MIM Foundation juga menyediakan layanan pencucian karpet masjid. Karpet akan diambil, dicuci, lalu dikembalikan setelah kering. Program ini dirancang berjalan berkelanjutan, tidak hanya selama Ramadan.
“Ramadan ini menjadi momentum peluncuran di Lombok, tapi programnya insyaallah berlanjut seterusnya,” ujarnya.
Ke depan, unit operasional program juga dirancang memiliki fungsi ganda. Selain untuk kegiatan bersih masjid, armada dapat digunakan dalam situasi kebencanaan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Melalui Gerakan Bersih Masjid, Bank Dinar dan MIM Foundation berharap kesadaran kolektif menjaga kebersihan rumah ibadah semakin meningkat, sehingga masjid benar-benar menjadi tempat yang suci, nyaman, dan membanggakan bagi umat. (bul/*)


