Selong (suarantb.com) – Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap M. Azril Filah Busairi (4), bocah laki-laki yang dilaporkan hanyut terbawa arus parit di depan SDN 1 Selong, Jalan Pattimura, Lingkungan Seruni, Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Hingga hari kedua pencarian, Rabu 25 Februari 2026, korban masih belum ditemukan.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa 24 Februari 2026 sekitar pukul 08.45 Wita. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat Azril mendatangi rumah temannya, Putri (5), untuk mengajaknya bermain di luar sambil mandi hujan. Namun, niat tersebut dilarang oleh ibu Putri, Lia Andriani (30). Lia mengaku mengunci pintu rumah dan memberikan ponselnya kepada kedua anak itu agar mereka bermain di dalam rumah. Tanpa sepengetahuan Lia yang kemudian tertidur, Azril dan Putri justru keluar rumah melalui jendela.
Beberapa saat kemudian, Putri membangunkan Lia dan memberitahu bahwa Azril turun ke parit untuk bermain air, lalu menghilang terbawa arus. Mendengar hal itu, Lia segera menghubungi ayah korban, Busairin (51), dan warga sekitar. Busairin bersama warga langsung mendatangi lokasi dan menyusuri parit di sepanjang Jalan Pattimura hingga kawasan Simpang Empat TPU Selong, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Situasi saat kejadian, hujan tidak terlalu deras. Namun debit air di dalam parit cukup besar karena sebelumnya terjadi hujan disertai angin kencang. Kondisi arus yang deras diduga menyebabkan korban terbawa aliran hingga cukup jauh.
Memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan setempat terus berupaya menemukan korban. Pelaksana Harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Ripa’an, menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang aliran drainase, membuka beton penutup drainase, serta pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
“Personel gabungan terus berusaha menelusuri titik-titik aliran drainase untuk menemukan korban. Operasi pencarian dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang aliran drainase, membuka beton penutup drainase, serta pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut,” jelas Ripa’an.
Pihaknya menambahkan bahwa pencarian akan dilakukan selama tujuh hari ke depan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Hingga saat ini, korban masih berstatus Dalam Pencarian (DP).
Kondisi cuaca yang masih hujan cukup menghambat upaya tim di lapangan. Aliran parit dari lokasi kejadian diketahui mengarah ke wilayah Kelayu, sehingga Polsek Selong telah memerintahkan Bhabinkamtibmas di Kelayu Selatan dan Kelayu Jorong untuk berkoordinasi dengan masyarakat setempat guna turut memantau aliran parit.
Masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada terhadap arus drainase, terutama saat curah hujan tinggi. Warga juga diminta untuk segera melapor kepada petugas jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban, guna mempercepat proses pencarian yang sedang berlangsung.
Pihak keluarga dan warga sekitar berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan meski terkendala cuaca.
Kasus bocah hilang di saluran Kota Selong ini terbilang terjadi kali kedua setelah sekitar dua tahun lalu. Pada kasus yang pertama, bocah yang sedang main bola dan terseret arus derasnya saluran ini sama sekali tidak ditemukan. Pihak keluarga kala itu pasrah. Proses pencarian selain dilakukan secara manual juga sempat dilakukan secara ghaib.
Proses pencarian itu dilakukan hingga ke Pantai Labuhan Haji. Hal ini karena saluran air ini terakhir terbuang ke Pantai Labuhan Haji. (rus)


