Selong (suarantb.com) – Dinas Perdagangan (Disdag) Lombok Timur (Lotim) memastikan bahwa harga bahan pokok penting (Bapokting) di pasar tradisional masih dalam kondisi normal dan terkendali. Klaim ini disampaikan menyusul turunnya tim pemantau ke sejumlah pasar guna mengantisipasi gejolak harga jelang bulan suci Ramadan.
Kepala Bidang Bapokting Dinas Perdagangan Lotim, Saeful Wathon, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan tim saber pemantauan harga pangan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (24/2/2026). Hasilnya, stok bahan pokok dipastikan aman dan harga bergerak di kisaran normal.
“Kita sudah melakukan pemantauan di pasar bersama tim saber pemantauan harga pangan. Dari pemantauan yang kita lakukan, semua bahan pokok masih pada kondisi yang tersedia dan harga masih normal,” ujar Saeful Wathon saat dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (25/2/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam masih stabil. Meski secara umum aman, Disdag Lotim mencatat adanya sedikit fluktuasi pada komoditas cabai.
“Hanya cabai yang masih kemarin menjadi penyumbang Indeks Perkembangan Harga (IPH),” imbuhnya.
Meskipun ada sedikit pergerakan pada harga cabai, Saeful Wathon menegaskan bahwa hal tersebut tidak terlalu signifikan dan masih dalam batas wajar. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang meresahkan masyarakat, terutama menjelang bulan puasa.
“Kami akan terus turun ke pasar untuk memastikan stok aman dan harga tidak melonjak. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga, kami tidak segan untuk menindak tegas,” tegasnya.
Disdag Lotim mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir dan melakukan pembelian secara bijak atau tidak berlebihan, karena pasokan bahan pokok dipastikan mencukupi kebutuhan seluruh warga. (rus)


