spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWATanaman Jagung di Empang dan Plampang Terancam Puso

Tanaman Jagung di Empang dan Plampang Terancam Puso

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, mencatat sebanyak 12,5 hektar lahan jagung di Kecamatan Empang dan Plampang terancam gagal panen alias puso. Hal ini dampak dari banjir yang terjadi beberapa hari terakhir.

“Dari 40,5 hektar lahan jagung yang terdampak 12,5 hektar dipastikan gagal panen dan 13 hektar dinyatakan pulih,” kata Kadistan melalui Kabid Perlindungan Tanaman, Pengembangan Usaha, Rusmini, kepada Suara NTB, Rabu, 25 Februari 2026.

Berdasarkan data lanjutnya, total luas tanam untuk jagung di Kecamatan Plampang mencapai 30 hektar. Dari jumlah tersebut yang terdampak banjir 20,5 hektar, dinyatakan puso 7,5 hektar dan pulih 13 hektar yang terdampak banjir pada 23 Januari dan 12 Februari.

“Jadi, penyebab jagung tersebut puso karena bagian batang bawah yang busuk, batang, buah busuk dan tertimpun lumpur akibat terendam banjir,” ujarnya.

Sementara, di Kecamatan Empang total luas lahan tanam jagung mencapai 507 hektar. Dari jumlah tersebut, 20 hektar terdampak banjir dan 5 hektar lainnya dipastikan gagal panen (puso) akibat banjir yang terjadi pada tanggal 8 Februari lalu.

“Rata-rata penyebab gagal panen karena batang busuk lantaran terendam dalam rentan waktu yang lama. Selain ada juga jagung yang tertimbun lumpur,” ucapnya.

Lahan yang dipastikan gagal panen tersebut, pihaknya sudah menyiapkan skema mengganti bibit petani dan memberikan bantuan pupuk. Hal itu dilakukan agar petani yang terdampak bencana banjir tidak terlalu merugi.

“Kita sudah data lahan yang dipastikan gagal panen tersebut dan dalam waktu dekat kami akan segera turun ke lapangan untuk memberikan bantuan bibit dan pupuk,” ucapnya.

Usia tanaman yang terancam gagal panen di Kecamatan Plampang 60-80. Sementara, di Kecamatan Empang dengan usia padi 60-90 hari dipastikan puso karena banjir susulan yang terjadi di wilayah setempat.

“Data sementara kita baru dua lokasi itu aja yang dipastikan gagal panen, sementara untuk lokasi lainnya kami belum menerima laporan lebih lanjut dari petugas,” tukasnya. (ils)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO