Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperjuangkan rencana pembangunan Sistem Penyiapan Air Minum (SPAM) Ai Ngelar. Pembangunan SPAM ini ditaksir akan membutuhkan anggaran sekitar Rp34,8 miliar.
“Rapat terakhir pak Bupati dengan BBWS kemarin, kepala balainya akan berupaya di tahun ini (2026) bisa masuk usulan. Sehingga pada tahun 2027 pasokan air itu bisa dibawa ke masyarakat,” kata Kadis PUPR Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Air Minum dan Sanitasi (Amsan), Abdul Azis kepada Suara NTB, Senin (13/4).
Ace sapaan akrabnya melanjutkan, untuk memuluskan rencana tersebut pemerintah saat ini tengah menyusun dokumen termasuk melakukan review desain,sehingga pada tahun 2027 bisa mendapatkan alokasi anggaran untuk pembangunan SPAM tersebut.
“Kami sangat optimistis bisa mendapatkan program itu di tahun 2027, karena beda direktorat jenderal yang satunya di BBWS untuk penyediaan air bakunya dan air bersihnya di Direktorat Cipta Karya,” ucapnya.
Bahkan Direktorat Cipta Kerja lanjutnya, juga sudah berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan SPAM Ai Ngelar tersebut, sehingga pasokan air bersih masyarakat tidak terkendala. Saat ini, untuk SPAM Semongkat juga tengah diintervensi oleh pemerintah dan di akhir tahun 2026 sudah bisa memproduksi air baku 120 liter per detik.
“Kalau 150 liter yang diproduksi oleh SPAM Semongkat di akhir tahun 2026 bisa terealisasi, maka akan ada penggantian jaringan yang eksis saat ini karena tidak akan bisa menahan air yang diproduksi,” Ujarnya.
Pihaknya akan berupaya mendorong pembiayaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kebutuhan anggarannya sekitar Rp15 miliar-Rp20 miliar untuk melakukan revitalisasi terhadap jaringan yang sudah sangat tua tersebut.
Jaringan yang akan kita revitalisasi semuanya berada di dalam kota,sehingga produksi air sekitar 150 liter per detik bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sehingga angka air minum aman kita naik.
Disebutkan, realisasi air minum aman hingga akhir tahun 2025 baru di angka 12,83 persen dari target RPJMN sebesar 43 persen di tahun 2029. Bahkan di tahun 2025 pemerintah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp12,19 miliar yang tersebar di 15 desa untuk pembangunan 1.807 sambungan rumah dan jaringan pipa sepanjang 45.790 meter.
“Realisasi tersebut telah berkontribusi pada peningkatan akses air minum sebesar 5 persen dan kami akan terus berupaya untuk terus meningkatkan akses air minum masyarakat,” ujarnya.
Di tahun 2027, pemerintah menargetkan pembangunan SPAM Ai Ngelar bisa terealisasi serta instalasi pengolahan air bagi timur dan barat. Jika program SPAM ini terwujud, maka akan ada sekitar 4.000 sambungan rumah yang akan terlayani.
“SPAM Ai Ngelar kita prediksi mampu menghasilkan air bersih berkapasitas 100 ribu liter per detik. Itu artinya tidak akan ada lagi wilayah di Sumbawa yang mengalami krisis air,” terangnya. (ils)

