spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURSatu Tahun Memimpin Lotim, Bupati Iron Akui Belum Ada Hasil Nyata

Satu Tahun Memimpin Lotim, Bupati Iron Akui Belum Ada Hasil Nyata

Selong (suarantb.com) – Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin atau akrab disapa H. Iron dengan jujur mengakui bahwa pembangunan di daerah yang dipimpinnya belum menunjukkan hasil yang nyata dan membanggakan.

Pengakuan ini disampaikan Bupati dalam acara safari Ramadan di Masjid At Taqwa Dusun Siren Desa Rumbuk Timur, Kamis (26/2/2026). Sebuah pernyataan evaluatif di hadapan awak media, seraya memaparkan berbagai upaya dan tantangan yang dihadapi selama periode awal pemerintahannya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak tinggal diam. Berbagai langkah telah ditempuh, termasuk bolak-balik ke Jakarta untuk menemui kementerian demi menggalang bantuan bagi daerah.

“Dari upaya tersebut, kita mendapatkan hasil, di antaranya realisasi program Kampung Nelayan Merah Putih di Ekas dengan anggaran Rp23 miliar,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Lotim juga telah menggelontorkan dana segar sebesar Rp40 miliar untuk bantuan masyarakat dan Rp20 miliar untuk penguatan UMKM. Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan senilai Rp250 miliar juga telah digarap, namun Bupati menilai capaian itu belum cukup.

Salah satu prioritas utama yang terus diperjuangkan adalah sektor pendidikan. Dengan jumlah penduduk mencapai 1,449 juta jiwa, Bupati menyoroti masih banyaknya anak terlantar dan putus sekolah. Untuk mengatasi hal ini, pemda tengah mengejar realisasi program Sekolah Rakyat.

“Kami bahkan sampai membuat semacam ‘Surat’ ke presiden. Untuk Sekolah Rakyat, karena pemda tidak memiliki lahan siap pakai yang ngomplek lebih dari 4 hektare sehingga kita membeli lahan seluas 7 hektare di Jerowaru. Nilai gedungnya diperkirakan mencapai Rp100 miliar per lokasi. Sekolah ini dikhususkan untuk anak didik miskin dan putus sekolah, gratis biaya pendidikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti potensi anak supercerdas di Lotim. Dari sekitar 395 SMP dan MTs sederajat, ia meyakini banyak bakat unggul yang terhambat karena faktor biaya. “Banyak anak cerdas di Lotim yang tidak bisa melanjutkan sekolah. Kita terus berjuang,” tegasnya.

Pemkab Lotim juga sedang mengupayakan pendirian Sekolah Garuda yang membutuhkan lahan 20 hektare. Proses pendaftaran telah dilakukan dan saat ini tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Dari sisi fiskal, Bupati menyadari bahwa kekuatan utama daerah berasal dari pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB P2). Ia juga menyoroti masih adanya komoditas Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang dibawa keluar daerah pada malam hari. “Kita tidak boleh melarang orang berbisnis. Yang terpenting adalah pengawasan agar mereka tidak lalai membayar kewajiban,” tegasnya.

Terkait ketahanan pangan, Bupati menyebut kebutuhan pangan di Lotim kini meningkat, terutama dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kebutuhan seperti tahu tempe, telur, tomat, dan daging ayam harus tersedia. Dari 200 titik sasaran MBG, pasokan harus terjamin,” ujarnya,

Selanjutnya, dalam menghadapi bencana, Bupati bersyukur karena dampak bencana di Lotim tidak separah daerah lain. Ia mengapresiasi donasi ASN dan guru sebesar Rp1,1 miliar untuk penanganan bencana. “Jika ada jalan atau jembatan putus, kita buatkan yang baru atau yang sementara sesuai kemampuan daerah. Kadis harus handal dan cepat bereaksi,” imbuhnya.

Meski mengaku belum ada hasil nyata, Pemkab Lotim telah menyiapkan sejumlah proyek besar. Di antaranya, renovasi Masjid Agung dengan alokasi anggaran Rp50 miliar agar tidak kalah dengan masjid-masjid di desa. Selain itu, Gedung Wanita yang saat ini sudah sangat lusuh akan direvitalisasi menjadi pusat pertemuan (MICE) dengan anggaran Rp40 miliar. “Bangunan ini nantinya bisa disewa masyarakat dengan harga murah,” janji Bupati.

Di bidang administrasi kependudukan, Bupati bergerak cepat setelah mengetahui ada 97 ribu warga Lotim yang status BPJS Kesehatannya non-aktif. Ia langsung berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk diusulkan kembali. “Jangan sampai ada warga yang tidak punya KTP elektronik, karena sekarang KTP bisa sekaligus berfungsi sebagai kartu BPJS,” pungkasnya.

Di akhir pernyataannya, Bupati menegaskan komitmennya untuk terus berjuang membangun Lombok Timur meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. “Saya tidak bisa berdiam diri. Tapi kita juga tidak bisa membangun sendirian,” tutupnya. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO