Selong (suarantb.com) – Penyelenggaraan Rinjani 100 pada, Jumat (1/5/2026) berlangsung meriah. Sejumlah 4.875 pelari dari 42 negara mengikuti ajang bergengsi kelas dunia tersebut. Dari 4.875 peserta sebanyak 187 pelari dari 34 negara ambil bagian dalam kategori paling bergengsi tersebut.
Antusiasme masyarakat setempat terlihat dengan turut memeriahkan acara pelepasan. Warga memberikan semangat kepada para pelari, sementara pertunjukan kesenian tradisional Sasak, Gendang Beleq, semakin menyemarakkan suasana saat peserta dilepas.
Berdasarkan data panitia, total peserta Rinjani 100 2026 mencapai 4.875 pelari dari 42 negara. Ajang ini digelar di kawasan Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, dan berlangsung pada 1–3 Mei 2026.
Rincian peserta terbagi dalam enam kategori lomba, yakni 12 kilometer diikuti 546 pelari, 27 kilometer sebanyak 806 pelari, 36 kilometer sebanyak 2.668 pelari, 60 kilometer sebanyak 682 pelari, 100 kilometer sebanyak 285 pelari, dan 162 kilometer sebanyak 187 pelari.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Widayat mengatakan Sembalun dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena berada di kawasan Gunung Rinjani yang merupakan gunung api aktif sekaligus gunung tertinggi kedua di Indonesia.
“Rinjani 100 ini merupakan kalender internasional dalam lomba lari. Lombok Timur dipilih karena Sembalun berada di kawasan Gunung Rinjani yang menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, kategori 162 kilometer merupakan kelas paling bergengsi dari enam kategori yang diperlombakan.
Menurutnya, kehadiran Gendang Beleq dalam event internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya lokal ke kancah global. Ia berharap ke depan lebih banyak kesenian daerah yang turut dilibatkan.
“Bukan hanya Gendang Beleq, kita masih memiliki banyak kesenian lokal lainnya yang bisa ditampilkan,” katanya.
Widayat juga menilai antusiasme peserta mancanegara cukup tinggi saat menyaksikan pertunjukan budaya tersebut. Bahkan, sejumlah peserta dan wisatawan tampak menikmati suasana dengan berjoget bersama.
Ia menegaskan, meskipun terdapat berbagai polemik terkait penyelenggaraan Rinjani 100, pemerintah daerah memilih fokus pada dampak positif yang dihasilkan.
“Kita tinggalkan polemiknya dan mengambil sisi positifnya untuk Lombok Timur. Sembalun menjadi semakin ikonik dan Gunung Rinjani menjadi daya tarik wisatawan mancanegara yang diharapkan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (pan)

