Giri Menang (suarantb.com) – Harga sejumlah bahan pokok (bapok) di sejumlah pasar di Lombok Barat (Lobar) kembali melonjak tajam di saat bulan suci Ramadan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah, sementara jenis cabai lainnya relatif stabil.
Kepala Bidang Perdagangan Lombok Barat, Lale Widiani S.H., menjelaskan berdasarkan pantauan pihaknya, lonjakan harga mulai terdeteksi sejak minggu kedua Februari, atau sekitar sepekan sebelum memasuki bulan puasa.
“Kenaikan harga cabai itu kita lihat dari data, dimulai minggu kedua Februari, seminggu sebelum puasa,” ujar Lale.
Ia merinci, pada minggu pertama Februari harga cabai rawit merah masih berada di kisaran Rp78 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai keriting dan cabai besar belum menunjukkan adanya kenaikan harga. Namun situasi berubah cepat memasuki minggu kedua. “Di minggu kedua, harga cabai rawit merah naik di kisaran Rp92 ribu sampai Rp100 ribu per kilo,” katanya.
Memasuki minggu ketiga Februari, harga kembali merangkak naik. Di beberapa pasar, seperti Pasar Narmada, harga sempat menyentuh angka Rp120 ribu per kilogram saat libur kemarin.”Kemarin di minggu ketiga, naik lagi sampai Rp120 ribu per kilogram di Pasar Narmada,” ucapnya.
Meski demikian, hasil pantauan terbaru menunjukkan adanya sedikit penurunan harga di beberapa titik. Hal ini dipicu oleh masuknya pasokan cabai dari luar daerah, seperti dari Jawa dan Lombok Timur.“Karena ada cabai Jawa yang masuk, minggu ini harga turun di kisaran Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per kilo,” jelasnya.
Menurut Lale Widiani, faktor utama penyebab meroketnya harga cabai adalah kondisi cuaca yang memengaruhi produksi, berkurangnya pasokan, serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran.
Kenaikan ini sifatnya sementara. Dari dulu memang begitu, menjelang hari-hari besar seperti Muludan, puasa, atau lebaran, harga cabai sering naik turun karena cuaca,” tuturnya.
Ia menambahkan, stok cabai di Lombok Barat saat ini masih tergolong kurang, tercermin dari harga yang masih bertahan di atas Rp100 ribu per kilogram. Padahal, harga normal cabai berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram.
Sebagai langkah pengendalian, Dinas Perdagangan Lombok Barat telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk memantau harga bahan pokok penting (bapok), termasuk beras, minyak goreng, telur, dan elpiji. “Kita sudah melakukan sidak dan operasi pasar sebelum puasa dan juga saat puasa,” katanya.
Ia memastikan bahwa untuk komoditas bapok lainnya, stok masih aman hingga Lebaran nanti. “Insyaallah untuk beras, minyak goreng, gula, dan LPG, stoknya masih aman sampai lebaran,” ujarnya. (her)


