Selong (suarantb.com) – Suasana kebersamaan mewarnai Safari Ramadan yang digelar Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, bersama Wakil Gubernur Indah Putri Damayanti, serta Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, di Masjid Besar Al Muttaqin, Kecamatan Suralaga, Jumat (27/2/2026).
Momen silaturahmi di bulan suci tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ajang “ngobrol asyik” antara kepala daerah dan warganya. Gubernur Iqbal yang didampingi Bupati Haerul Warisin membuka ruang dialog, mendengarkan secara langsung curhatan dan keluhan masyarakat setempat.
Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Seorang warga Suralaga mengeluhkan tingginya harga pupuk di pasaran, yang mencapai Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per sak untuk jenis pupuk tertentu. Keluhan ini langsung mendapat respons dari Bupati Haerul Warisin yang memberikan klarifikasi.
“Urea sekarang turun dari Rp220 ribu per kuintal menjadi Rp180 ribu per kuintal. Kenaikan harga biasanya terjadi jika petani membeli dengan membuka karung atau karena ongkos kirim. Untuk NPK Ponska, memang harganya turun jadi Rp 1.840 per kilogram, namun sayang barangnya sedang kosong karena suplai dari produsen ke distributor kurang,” jelas Bupati.
Selain persoalan pertanian, sektor kepemudaan juga menjadi sorotan. Warga meminta adanya dana pembinaan pemuda yang difokuskan pada program kewirausahaan. “Banyak pemuda yang menganggur. Kami ingin bagaimana mereka bisa meningkatkan kapasitas usaha agar bisa survive,” ujar salah seorang warga.
Tak ketinggalan, seorang guru dari SMA NW Suralaga menyampaikan kegelisahannya tentang menurunnya semangat belajar anak-anak. “Faktor utamanya adalah kecanduan media sosial. Banyak dari mereka yang bercita-cita menjadi kreator konten dan melupakan tugas belajar,” ungkap sang guru.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir menjawab kebutuhan rakyat. Ia mengawali dengan memaparkan besarnya perhatian pemerintah pusat yang mengalir ke NTB, khususnya Lombok Timur sebagai daerah dengan penduduk terbesar di NTB.
“Perhatian kita ke Lotim sangat besar. Jumlah anggaran belanja di seluruh NTB sekitar Rp 3,5 triliun, tapi dana dari luar (pusat) yang masuk jauh lebih besar. Tahun ini, dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) saja, dana yang dikeluarkan ke NTB mencapai Rp5,7 triliun. Kemudian ada program peternakan terintegrasi senilai Rp1,3 triliun yang kita sebar ke semua daerah, dan program Sekolah Rakyat Rp300 miliar,” papar Gubernur Iqbal.
Ia menambahkan, pemerintah pusat sangat mencintai NTB dan ingin semuanya terkoordinasi dengan baik. “Saya bersama Bupati berjuang meyakinkan pusat bahwa NTB adalah tempat yang tepat untuk membangun fasilitas. Jumlahnya melampaui jumlah yang diefisiensikan pusat,” imbuhnya.
Terkait masalah pendidikan, Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat yang masih bersifat temporer sudah berjalan di tiga daerah, termasuk Lotim. Program ini menyasar keluarga mis ekstrem (desil 1).
“Bahkan ada anak yang trauma karena tidak pernah melihat buku. Setelah mengikuti Sekolah Rakyat, kepercayaan diri dan mental mereka berubah. Kami juga terus mengembangkan sekolah tanpa diskriminasi dengan dana BOS untuk semua sekolah, serta mendorong pengembangan konten lokal,” jelasnya.
Menyikapi aspirasi pemuda, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pemuda adalah pemegang tanggung jawab masa depan umat. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skema pemberdayaan. “NTB punya program Desa Berdaya dengan dana Rp300-500 juta per desa. Programnya diputuskan oleh desa sendiri, termasuk untuk pemuda. Selain itu, Bank NTB kini sudah mulai menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) lagi setelah tujuh tahun absen, dengan nilai Rp 30 miliar,” terangnya.
Ia juga menyebut adanya KUR khusus untuk PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang sedang diurus di kementerian, serta KUR bidang peternakan dengan bunga maksimal 3 persen. “Peluang usaha di bidang pertanian dan peternakan sangat terbuka. Kebutuhan MBG 30 persen dipenuhi produsen telur NTB, 70 persen masih impor dari Jawa. Begitu juga dengan cabai yang saat ini mencapai Rp 120 ribu per kg. Artinya, pasar masih sangat besar,” ajak Gubernur.
Terakhir, Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa pemerintah juga akan mengaktifkan kembali irigasi lama untuk optimalisasi lahan seluas 10.400 hektare, dan menargetkan 14 ribu hektare pada tahun ini.
Sementara itu, Bupati Haerul Warisin menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran Rp 3 miliar untuk pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) serta akan memaksimalkan keberadaan BLK nasional di daerah. “Tidak ada alasan bagi pengecer untuk menaikkan harga, kecuali memang karena biaya operasional. Tapi kami pastikan pasokan pupuk akan terus kami kawal,” tegas Bupati.
Safari Ramadan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, tidak hanya untuk merayakan kebersamaan, tetapi juga untuk mendengar dan mencari solusi atas permasalahan rakyat. (rus)


