spot_img
Minggu, Maret 1, 2026
spot_img
BerandaEKONOMISatu Keluarga Jemaah Umrah NTB Tertahan di Jeddah, Akibat Perang Israel-AS dengan...

Satu Keluarga Jemaah Umrah NTB Tertahan di Jeddah, Akibat Perang Israel-AS dengan Iran


Mataram (Suara NTB) –  Pecahnya perang yang dimulai oleh AS dan Israel terhadap Iran telah berdampak pada penerbangan internasional, termasuk perjalanan jemaah umrah asal NTB. Satu keluarga berjumlah lima orang jemaah umrah asal NTB dilaporkan tertahan di Jeddah akibat pembatalan penerbangan transit Jeddah-Qatar-Jakarta.


Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Bali Nusra, H. Zamroni, menyampaikan hal ini, Minggu, 1 Maret 2026.


Ia mengatakan situasi perang berdampak pada sejumlah rute penerbangan internasional, terutama yang transit di negara-negara Teluk.


“Sehubungan dengan situasi terkini terkait perang yang melibatkan Iran dan dampaknya terhadap penerbangan internasional, saat ini terjadi pembatalan beberapa jadwal penerbangan, khususnya penerbangan dengan rute transit melalui negara-negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan sekitarnya,” jelas Zamroni.


Satu keluarga yang masih tertahan ini menurutnya, sebelumnya menggunakan penerbangan dengan rute transit melalui Qatar, namun jadwal penerbangan dibatalkan.


“Ada lima orang, satu keluarga. Mereka sebenarnya berangkat secara mandiri, tidak melalui travel umrah,” terangnya.


Zamroni menegaskan, untuk penerbangan langsung (direct) Jakarta–Jeddah hingga saat ini masih berjalan normal dan belum terdampak letusan perang di negara teluk. Meski demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan.


“Kami terus monitoring secara intensif setiap informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan. Jika ada perubahan jadwal, akan segera kami sampaikan kepada jemaah,” ujarnya.


Terkait keberangkatan Jemaah umrah berikutnya, Zamroni juga memastikan untuk sementara masih berjalan biasa, belum terganggu secara langsung. Namun ia mengakui, situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi tantangan yang tidak terduga bagi penyelenggara perjalanan umrah.


“Pastinya ada kekhawatiran (perang berlanjut), namun ini memang menjadi tantangan yang hadir tak terduga. Kami tetap berikhtiar dan berkoordinasi agar pelayanan kepada jemaah tetap maksimal,” katanya.


Di tengah situasi perang yang menggempur Iran, aktivitas pemasaran travel umrah disebut masih berjalan. Namun, pihak penyelenggara tetap menyesuaikan strategi dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi keamanan dan kebijakan penerbangan internasional.


AMPHURI Bali Nusra mengimbau para jemaah untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak travel , jika ingin tetap melaksanakan umrah ke Tanah Suci.(bul)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO