spot_img
Minggu, Maret 1, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURKontroversi Rencana Hadiah Umrah Kades, Bupati Lotim Tegaskan Hadiah Lomba Lampion Ramadan...

Kontroversi Rencana Hadiah Umrah Kades, Bupati Lotim Tegaskan Hadiah Lomba Lampion Ramadan Tidak Bebankan APBD

 

Selong (suarantb.com) – Gagasan Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, menggelar Lomba Lampion Ramadan dan Keindahan Desa dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H menuai polemik terkait hadiah umrah bagi dua kepala desa yang terbaik. Program berhadiah yang bertujuan untuk meningkatkan estetika, kebersihan, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga tidak diterima warga kalau hanya untuk kepala desa.


Menanggapi hal itu, Bupati Iron ini menegaskan bahwa hadiah umrah untuk dua kepala desa terbaik tersebut tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan murni dari para donatur.


“Jadi ada donatur, ada donatur yang memberikan. Bukan dari uang APBD. Kita tidak gunakan uang rakyat. Jadi yang kita gunakan adalah donatur,” tegas Bupati Iron.


Pertanyaan sejumlah pihak mengapa hanya kepada desa, Bupati menjawab karena kepala desa yang merupakan penanggung jawab di desa. Soal teknis pelaksanaan itu dilakukan para pemuda, tetap harus dengan sepengetahuan kepala desa.


Menurut Bupati, pemilihan kepala desa sebagai penerima hadiah didasari oleh peran strategis mereka sebagai komando di wilayahnya. “Kepala desa ini yang kita minta untuk mengomandoi kegiatan lampion yang meriah. Dia yang memerintah di situ, dia yang berbuat di situ. Kalaupun ada pemuda dan sebagainya, itu bagian dari pemerintah desa. Dan ini hanya dua orang,” ujarnya.


Pemerintah daerah telah merencanakan pembentukan tim penilai independen yang akan menyebar ke wilayah utara dan selatan untuk memastikan penilaian berlangsung objektif tanpa intervensi. “Tim penilai independen akan menentukan desa mana yang terbaik dan paling bersih, itulah yang berhak mendapatkan hadiah umrah,” tambahnya .


Kebijakan ini sendiri tertuang dalam instruksi desa yang mewajibkan seluruh desa di Lombok Timur untuk memasang lampu penerangan dan lampion di sepanjang jalan desa guna menciptakan suasana semarak Ramadan. Meskipun hadiah berasal dari donatur, Bupati sebelumnya meminta para kepala desa untuk membantu penganggaran sehingga semua desa selama bulan suci Ramadan ini indah dan bersih.


Program lomba ini menekankan dua aspek penilaian utama, yakni keindahan pencahayaan (lampion) dan kebersihan lingkungan desa. Bupati Iron menegaskan bahwa keindahan tidak akan berarti jika kebersihan diabaikan. “Pinggir jalan itu dan kebersihan desanya akan kita lombakan. Jadi kalau pun lampu Anda bagus, tapi sampah di mana-mana, ah coret. Jadi dua hal saja,” tegasnya saat mencanangkan program beberapa waktu lalu .


Dengan klarifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap masyarakat dapat mendukung penuh program tersebut. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu membangun citra Lombok Timur sebagai kabupaten yang tidak hanya aman, tetapi juga indah dan religius, sejalan dengan visi Lotim SMART . “Kita ingin jadi kabupaten yang diakui keamanan dan keindahan wilayah kita,” demikian pungkas Bupati. (rus)

 

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO