Selong (suarantb.com) – Program strategis pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Mandiri Pangan (KDKMP) digenjot di seluruh Indonesia. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) muncul sebagai daerah dengan capaian tercepat dan terbanyak dalam merealisasikan program nasional yang dikawal oleh TNI tersebut.
Hal tersebut disampaikan Komandan Korem 162/Wirabhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, saat safari Ramadan di Makodim 1615 Lotim, KDKMP di wilayah binaannya. “Dari delapan kabupaten di NTB, Lotim yang paling cepat dan banyak pembangunan KDKMP-nya. Semua berjalan lancar berkat komitmen kuat dari Bupati. Apapun program pemerintah pusat, beliau dukung penuh,” tegas Brigjen Sjasul Arief.
KDKMP merupakan program prioritas dari Mabes TNI yang ditargetkan mencapai 80 ribu titik di seluruh Indonesia. Khusus untuk wilayah Kodam IX/Udayana yang berada di posisi tengah, program ini diharapkan menjadi fondasi kemandirian pangan. Danrem menjelaskan, titik-titik yang sudah mencapai 100 persen langsung difungsikan untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa setempat. Ke depan, rencananya juga akan dibangun cold storage (ruang pendingin) untuk memperkuat rantai pasok pangan.
Brigjen Sjasul Arief mengaitkan program ini dengan situasi geopolitik dunia yang kian memanas. Menurut Danrem, Presiden RI sangat visioner. Tanda-tanda perang dunia ketiga sudah terjadi ini sudah diantisipasi.
“Ketika Selat Hormuz yang biasa dilalui kapal pengangkut minyak Amerika di-stop, maka bahan bakar fosil akan berkurang drastis,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada negara lain. “Desa, kecamatan, dan provinsi wajib punya cadangan pangan. Dengan hadirnya KDKMP dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), kita bisa bertahan meski stok pangan global berkurang. Indonesia masih mampu menghidupi secara mandiri” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut program ini telah berdampak nyata pada pengurangan angka pengangguran. Hampir seluruh desa kini memiliki titik dapur umum, sehingga distribusi makanan tidak lagi sulit. “Ini program berkesinambungan. Dipadukan dengan koperasi, kita bangun desa hingga punya lumbung pangan sendiri. Makanya kita kejar KDKMP secepat mungkin agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan jajaran Kodim 1615/Lotim merupakan kunci sukses di daerahnya. “Tidak bisa kita berpikir kalau di Lotim tidak ada tentara. TNI selalu sigap dan siaga kapan pun dibutuhkan. Kecepatan gerak mereka luar biasa,” puji Bupati Haerul.
Orang nomor satu di Lotim itu juga mengungkapkan dampak ekonomi yang signifikan dari pembangunan KDKMP yang di dalamnya juga terintegrasi dengan Gerai Koperasi Merah Putih. Dengan anggaran mencapai Rp 1 miliar per titik, total dana yang berputar di Lotim mencapai Rp 254 miliar. “Karenanya, tidak ada satu pun titik yang kami tolak. Saya siap bertanggung jawab penuh atas kelancaran program ini,” tegasnya.
Komandan Kodim 1615/Lotim, Letkol Inf Eky Anderson, melaporkan bahwa pihaknya terus bergerak cepat.
“Selama menjabat, saya sangat terbantu oleh Forkopimda, baik Polres, Kejaksaan, maupun Pengadilan. Alhamdulillah, semua program Kodim 1000 persen didukung penuh oleh Pak Bupati,” ujar Letkol Eky.
Ia memaparkan, per tanggal 2 Maret 2025, sudah ada 104 titik KDKMP yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur. Jumlah ini menjadikan Lotim sebagai kabupaten dengan titik terbangun terbanyak. Progres pembangunan bervariasi, beberapa di antaranya bahkan sudah mencapai 90 persen. “Standarnya maksimal 90 hari kerja per titik harus selesai,” jelasnya.
Meski optimistis, Dandim mengakui ada beberapa kendala di lapangan. “Cuaca hujan hampir setiap hari menjadi tantangan utama. Kedua, ketersediaan material bahan besi dan tenaga kerja yang merakit konstruksi atap masih terbatas. Ini yang membuat progres di beberapa titik belum maksimal. Namun kami terus berupaya mengejar sekuat tenaga agar target bisa tercapai,” demikian pungkas Letkol Inf Eky Anderson. (rus)


