Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengandalkan lahan kering seluas 113 ribu hektare untuk komoditas tanaman musiman. Luas tersebut jauh melampaui lahan beririgasi teknis yang hanya mencapai 45 ribu hektare dari total areal pertanian yang cukup luas di Lotim.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menjelaskan, lahan kering seluas 113 ribu hektare tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Pringgabaya, Sambelia, Sakra Timur, Keruak, dan Jerowaru. Sementara lahan irigasi teknis seluas 45 ribu hektare tersebar di berbagai wilayah.
“Untuk wilayah utara, petani mengandalkan sumur bor, sedangkan di selatan menggunakan ribuan embung yang juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan,” ujar Bupati saat memberikan keterangan pers, Jumat (25/4/2026).
Menurutnya, produktivitas petani Lotim sudah sangat hebat, mencapai 6 ton per hektare. “Tidak ada kendala hama, ekonomi terus membaik. Kami berikan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan kepada petani. Tidak ada cara lain selain melindungi mereka,” tegasnya.
Sektor pertanian terbukti menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Bupati Haerul Warisin mengungkapkan bahwa kontribusi pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lombok Timur mencapai 27 persen, dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa.
“Potensi ini masih bisa ditingkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” tambahnya optimistis.
Dengan luas lahan kering yang melimpah dan dukungan infrastruktur air seperti sumur bor serta ribuan embung, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mendorong optimalisasi pertanian tanaman musiman guna meningkatkan kesejahteraan petani dan pendapatan daerah. (rus)

