Praya (Suara NTB) – Puluhan instruktur senam perwakilan 29 puskesmas yang ada di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menjalani pelatihan khusus instrukstur senam lansia dan pralansia, pada Sabtu, 25 April 2026. Pelatihan yang digelar Pemkab Loteng bekerja sama dengan Kebugaran Lansia dan Pralansia Indonesia (KLPI) Loteng tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan kualitas para instruktur senam yang bertugas di seluruh puskesmas di Loteng.
Selama pelatihan yang berlangsung dua hari, para instruktur senam lansia tersebut mendapat pembekalan dan pemahaman tentang gerakan senam yang aman dan sesuai bagi lansia. Hal ini agar tidak menimbulkan risiko cedera. Pelatihan itu dibimbing langsung instruktur serta pelatih bersertifikat nasional dari DPD KLPI NTB.
“Selama ini banyak kegiatan senam lansia yang belum menyesuaikan dengan kondisi fisik para lansia. Sehingga pelatihan seperti ini memang diperlukan bagi para instruktur senam,” sebut Ketua KLPI Loteng Hj. Winarsih Nursiah.
Dari pelatihan khusus tersebut diharapkan bisa diperoleh instruktur senam lansia yang kompeten supaya bisa memimpin kegiatan senam lansia di masing-masing puskesmas yang ada. Dari kegiatan senam lansia tersebut bisa mendukung peningkatkan kualitas hidup lansia dan pralansia di daerah ini.
Tindak lanjut dari kegiatan pelatihan tersebut tambanya, nanti akan ada lomba senam lansia tingkat kabupaten. Yang diikuti oleh semua puskesmas di Loteng. Dengan puncak kegiatan akan berlangsung 29 Mei 2026 mendatang. Bertepatan dengan puncak kegiatan peringatan Hari Lansia 2026.
Di tempat yang sama Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., menegaskan senam merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan. Kegiatan senam menjadi salah satu penentu kualitas kesehatan. Sehingga pihaknya mendorong kegiatan senam bisa terus digalalkan ditengah masyarakat. Terutama senam bagi lansia dan para lansia.
“Jika keluarga kita sehat, maka akan tercipta kesejahteraan. Untuk itu, mari kita terus hidup sehat dan menjaga kesehatan melalui senam,” ujarnya seraya menambahkan, para instruktur senam lansia yang mengikuti pelatihan menerapkan kemampuanya di wilayah masing-masing. Sehingga senam lansia semakin memasyarakat. (kir)

