Selong (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, secara resmi membuka Festival Muharam 1448 H di GOR Lalu Muslihin, Lotim Selasa (16/6/2026). Pembukaan yang bertepatan dengan 1 Muharam 1448 H ini dijadikan sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi rakyat, khususnya melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, Wabup Edwin menekankan agar seluruh perangkat daerah (OPD) tidak memungut biaya dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM. “Jangan sampai mengecewakan masyarakat. Mari kita OPD ini mengalahkan (tidak ikut festival-red), Kita berikan kepada UMKM kita. Saya kira ada juga bisa mengalah,” ujarnya.
Orang nomor dua di Lotim itu menyoroti pertumbuhan ekonomi daerah yang mulai menunjukkan geliat positif. Ia memaparkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pada akhir Desember 2025, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur berada di angka 4,9 persen, dan pada akhir triwulan pertama 2026 melonjak di atas 7 persen.
“Artinya ekonomi kita cukup bergerak dari sisi pertumbuhan. Namun dari sisi kesejahteraan, kita masih perlu kerja keras. Ukurannya bukan dari pendapatan semata, tapi dari desil kesejahteraan masyarakat yang dirilis BPS,” jelasnya.
Festival Muharam di Lotim kali ini dinilai sebagai salah satu kegiatan strategis yang mampu menciptakan sentra ekonomi baru. Wabup Edwin mencontohkan kegiatan serupa di Kecamatan Pringgabaya yang telah berhasil memunculkan kawasan ekonomi kreatif.
“Festival seperti ini perlu kita kembangkan di berbagai wilayah kecamatan. Kami lihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan banyak pengisi acara yang sudah mengantri jadwal dari panitia. Ini menunjukkan tumbuhnya iklim ekonomi kreatif di Lombok Timur, sejalan dengan program menuju Lotim Smart,” tambahnya.
Festival Muharam di Lotim Tebar Semangat Hijrah
Ketua Panitia Peringatan Muharam 1448 H. Husnul Basri, menyampaikan, Festival Muhamaram di Lotim ini mengusung tema hijrah sebagai ajakan berpindah dari kondisi tidak baik ke baik, dari lemah ke kuat, dan dari ketertinggalan ke kemajuan. “Menebar semangat hijrah untuk mewujudkan Lotim smart. Hijrah bukan sekadar perpindahan waktu atau tempat, tetapi juga perubahan pola pikir dan ekonomi,” ujar Husnul.
Rangkaian acara diawali dengan pawai ta’aruf yang diikuti sekitar 7.000 orang serta pawai dulang bertajuk “1448 Dulang”. Menariknya, jumlah dulang yang ditampilkan tahun ini mencapai 2.000 buah dan akan terus bertambah setiap tahun sesuai dengan angka tahun Hijriah. “Tahun depan kita targetkan 1449 dulang,” kata Husnul.
Sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM, panitia menyediakan 150 lapak yang sebagian besar merupakan swadaya masyarakat. Berbagai produk lokal, kuliner, hingga kerajinan tangan memeriahkan festival.
Tidak hanya itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut ambil bagian, antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembuatan kartu identitas bagi pelajar yang membutuhkan.
Stan Dekranasda dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) juga hadir memeriahkan acara. Sementara itu, untuk hiburan, panitia menghadirkan band-band lokal selama sepekan. Puncak penutupan festival dijadwalkan pada 21 Juni 2026 dengan penampilan spesial dari grup band Gigi dan Bams.
Dengan rangkaian kegiatan yang padat dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, Festival Muharam 1448 H di Lotim ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga pengungkit ekonomi kerakyatan dan kreativitas anak muda Lombok Timur menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera. (rus)

