Sumbawa Besar (Suara NTB) – Enam unit rumah di Desa Labuhan Aji, Kecamatan Tarano terbakar pada, Senin, 2 Maret 2026 sekitar pukul 02.56 WITA atau dini hari terbakar. Dua diantara enam rumah tersebut, ludes terbakar sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
“Diduga kuat penyebab kebakaran akibat korsleting listrik. Kami bersyukur dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil saja,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) H. Sahabuddin, Senin (2/3).
Berdasarkan informasi, api berasal dari rumah yang sudah tidak lagi ditempati pemiliknya dan merembet ke rumah lainnya. Api kemudian dengan cepat membakar habis kedua rumah tersebut beserta isinya.
“Jadi, rumah yang ludes terbakar ini merupakan rumah panggung, pada saat kejadian angin laut juga cukup kencang yang merembet ke empat rumah lainnya dengan kategori rusak ringan,” ucapnya.
Proses pemadaman juga berlangsung dramatis. Petugas kesulitan untuk masuk ke lokasi, karena berada di gang yang sempit dan padat penduduk. Bahkan untuk memudahkan proses pemadaman, petugas turut meminta bantuan ke pos Plampang.
“Di proses pemadaman kita turunkan dua unit mobil pemadam dari Pos Plampang dan satu unit fire jeff, sehingga api tidak menghanguskan empat rumah lainnya,” ucapnya.
Hasil investigasi terhadap kasus kebakaran yang terjadi di Sumbawa kata dia, rata-rata karena faktor kelalaian pemilik rumah. Kebakaran itu juga merusak satu unit sepeda motor, dus unit mesin speed boot, jaring penangkap ikan dan kayu bahan membuat sampan juga hangus terbakar.
“Rata-rata kebakaran terjadi karena pemilik rumah yang lalai, apalagi Sumbawa saat ini mulai memasuki dasarian pertama musim kemarau meskipun beberapa hujan,” sebutnya.
Selain itu, peremajaan instalasi kelistrikan juga harus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran yang fatal. “Kita harus waspada kemungkinan yang akan terjadi dengan tetap melakukan pengecekan secara intensif terhadap instalasi kelistrikan yang kita miliki,” tukasnya. (ils)

