spot_img
Kamis, Maret 5, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARASkema KPBU, Pemda KLU Target 7 Ribu Titik PJU Menyala

Skema KPBU, Pemda KLU Target 7 Ribu Titik PJU Menyala

 

 

Tanjung (suarantb.com) – Pemda Lombok Utara berupaya mengoptimalkan pelayanan masyarakat, khususnya Penerangan Jalan Umum (PJU). Melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), ditargetkan setidaknya 7 ribu titik lampu terpasang di titik-titik vital dan strategis di seluruh kecamatan.


Plt. Kepala Dinas Perhubungan Lombok Utara, M. Iwan Maret Asmara, S.Sos., Kamis (5/3/2026), mengungkapkan, percepatan pelayanan lampu PJU ini terinspirasi dari keberhasilan Kota Madiun dalam melakukan KPBU serupa. Secara kebetulan, Madiun dan Lombok Utara sendiri memiliki karakteristik yang hampir mirip, baik dari topografi wilayah, maupun sumber daya daerah.


“Topografinya mirip, potensi sumber daya maupun potensi kebencanaannya juga hampir sama. Madiun berhasil menerapkan KPBU, inilah yang menjadi inspirasi kita,” ungkap Iwan.


Ia menjelaskan, potensi dan kekayaan sumber daya Lombok Utara perlu didukung oleh dukungan sarana dan prasarana. Salah satunya, lampu jalan. Ia berkeyakinan, dengan daya dukung PJU, tidak hanya menciptakan kenyamanan dan keamanan wilayah, tetapi juga mendorong potensi wilayah tersebut untuk berkembang.


Karena itu, pemerintah daerah optimistis dapat mengejar ketertinggalan, terutama dalam penyediaan infrastruktur penerangan jalan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.


Mantan Kepala BPBD KLU ini mengungkapkan, melalui program “KLU Terang”, Pemda menargetkan pemasangan PJU sebanyak 7.000 titik, dan akan bertambah seiring kemampuan daerah. KPBU tersebut bernilai sekitar Rp10 miliar dengan pembiayaan melibatkan modal dari pihak ketiga (perusahaan). Sehingga dalam skema ini, Pemda tidak mengeluarkan biaya dari APBD untuk penyediaan sarana dan prasarana lampu jalan. Pemda selanjutnya akan membayar biaya beban PJU sesuai jumlah titik yang menyala.


Iwan membandingkan, KPBU yang akan ditempuh lebih efisien biaya dan efektif menurut pelayanan di lapangan. Pengelolaan secara mandiri oleh daerah memiliki banyak kendala, seperti prasarana lampu PJU yang banyak hilang, gangguan yang memerlukan perawatan, hingga operasional armada saat perbaikan gangguan dilakukan.


“Dari pola lama, kita hanya punya 4 ribu titik lampu dalam 17 tahun. Sedangkan kebutuhan lampu penerangan jalan antara 11 ribu hingga 15 ribu titik,” sebutnya.


Program ini juga tidak hanya menyasar jalan Kabupaten, tetapi diharapkan dapat mencakup seluruh ruas jalan yang berada di wilayah Lombok Utara, termasuk jalan provinsi dan nasional yang menjadi jalur strategis pergerakan masyarakat dan wisatawan.


Prioritas pemasangan lampu akan difokuskan pada kawasan yang memiliki aktivitas tinggi, seperti pusat ekonomi, jalur wisata, dan titik-titik yang dianggap rawan. Lampu dengan teknologi baru akan ditempatkan di area tersebut, sementara lampu lama yang masih berfungsi akan dipindahkan ke wilayah pelosok. (ari)

 

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO