RAMADAN selalu menghadirkan suasana yang berbeda di Lombok Timur. Bukan hanya karena lantunan ayat suci dan ramainya masjid saat waktu berbuka dan tarawih, tetapi juga karena hadirnya pemimpin daerah yang datang langsung ke tengah masyarakat. Tahun ini, Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Melainkan menjadi salah satu momentuk mendengarkan aspirasi.Terbuka ruang dialog antara rakyat dan pemimpinnya.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memulai rangkaian Safari Ramadan pada pekan pertama puasa. Sepekan berikutnya giliran Wakil Bupati H. Edwin Hadiwijaya melanjutkan kunjungan ke sejumlah masjid. Sementara pada pekan terakhir, agenda tersebut diteruskan oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik.

Safari Ramadan ini bukan hanya membawa rombongan pejabat dan bantuan untuk pengurus masjid, tetapi juga membuka ruang percakapan yang hangat—tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Lombok Timur.
Suasana seperti itu terasa kuat ketika Safari Ramadan digelar di Masjid Besar Al Muttaqin, Kecamatan Suralaga. Malam itu, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Putri Damayanti hadir bersama Bupati Haerul Warisin.

Di sela kegiatan keagamaan, para kepala daerah memilih duduk lebih dekat dengan warga. Percakapan berlangsung santai, tetapi penuh makna. Seorang petani dari Suralaga misalnya, mengeluhkan harga pupuk yang dinilai masih tinggi di pasaran. Ia menyebut harga pupuk tertentu bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per sak.
Bupati Haerul Warisin langsung menanggapi dengan menjelaskan kondisi distribusi pupuk saat ini. “Urea sekarang turun dari Rp220 ribu per kuintal menjadi Rp180 ribu per kuintal. Biasanya harga naik kalau petani membeli dengan membuka karung atau karena ongkos kirim,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pupuk NPK Ponska yang sebenarnya telah mengalami penurunan harga menjadi Rp1.840 per kilogram. Namun stoknya sedang terbatas karena pasokan dari produsen ke distributor belum optimal. Dialog tersebut memperlihatkan bagaimana keluhan warga bisa langsung mendapat jawaban dari pemimpinnya—sesuatu yang jarang terjadi di ruang formal pemerintahan.
Tak hanya soal pertanian, pembicaraan malam itu juga menyentuh masa depan generasi muda. Seorang warga menyampaikan harapan agar pemerintah menyediakan dana pembinaan bagi pemuda, khususnya untuk program kewirausahaan. Menurutnya, banyak anak muda yang masih menganggur dan membutuhkan dukungan untuk memulai usaha.

Kegelisahan lain datang dari seorang guru di SMA NW Suralaga. Ia bercerita tentang menurunnya semangat belajar sebagian siswa. “Banyak anak sekarang terlalu fokus pada media sosial. Mereka ingin jadi kreator konten, tapi melupakan tugas belajar,” ungkapnya.
Bagi para pemimpin daerah, curahan seperti ini menjadi catatan penting yang tidak selalu muncul dalam laporan resmi.
Janji Program dan Dukungan Pusat
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia menyebut dukungan pemerintah pusat untuk Nusa Tenggara Barat cukup besar. Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan alokasi sekitar Rp5,7 triliun untuk NTB.
Selain itu, terdapat program peternakan terintegrasi senilai Rp1,3 triliun serta program Sekolah Rakyat sebesar Rp300 miliar yang menyasar keluarga miskin ekstrem. Menurut Iqbal, program pendidikan tersebut bahkan telah menunjukkan perubahan nyata bagi sebagian anak. “Ada anak yang trauma karena tidak pernah melihat buku. Setelah ikut Sekolah Rakyat, kepercayaan diri mereka berubah,” ujarnya.

Di sektor ekonomi, pemerintah juga mendorong pemberdayaan desa melalui program Desa Berdaya dengan anggaran Rp300 juta hingga Rp500 juta per desa. Dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai program, termasuk kegiatan kepemudaan. Iqbal juga mengingatkan bahwa peluang usaha di NTB masih sangat terbuka, terutama di sektor pertanian dan peternakan.
Kebutuhan telur untuk program MBG misalnya, masih dipenuhi sebagian besar dari luar daerah. Begitu juga dengan komoditas cabai yang harganya sempat menembus Rp120 ribu per kilogram. “Artinya pasar masih sangat besar,” katanya.
Pemerintah juga menargetkan optimalisasi lahan melalui pengaktifan kembali irigasi lama yang dapat mengairi hingga 10.400 hektare lahan pertanian, bahkan ditargetkan mencapai 14 ribu hektare pada tahun ini.
Pemerintah Datang Menyapa
Sementara itu, Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya dalam Safari Ramadan di Masjid Nurul Iman, Desa Montong Baik, Kecamatan Montong Gading, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan.
Di hadapan jamaah, ia menyampaikan berbagai capaian dan program prioritas pemerintah daerah, salah satunya di sektor kesehatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan di Lombok Timur terus menunjukkan peningkatan dari sisi fasilitas, tenaga medis, hingga sistem pelayanan. “Alhamdulillah, pelayanan kesehatan kita di Lombok Timur sudah termasuk cukup bagus,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh puskesmas di Lombok Timur terbuka melayani masyarakat dari mana saja yang membutuhkan layanan medis. Safari Ramadan di Lombok Timur akhirnya menjadi lebih dari sekadar kunjungan pejabat ke masjid. Ia menjelma menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
Di serambi masjid, di antara sajian takjil dan doa-doa Ramadan, aspirasi warga mengalir tanpa sekat. Dari harga pupuk, masa depan pemuda, hingga pendidikan anak-anak. Bagi pemerintah daerah, momen ini menjadi pengingat bahwa kebijakan terbaik sering kali lahir dari percakapan sederhana—langsung dari masyarakat yang merasakannya setiap hari.
Pemerintah Lotim terus mendorong peningkatan kualitas layanan melalui penguatan sarana dan prasarana. Dilakukan juga upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Melakukan optimalisasi program perlindungan sosial bidang kesehatan dan ketenagakerjaan. Dalam penanganan isu nasional seperti stunting, Pemkab Lotim tetap komitmen agar terus menurunkan prevalensi stunting. Salah satu caranya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Wabup menambahkan, program pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Wabup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan mendukung program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarkat Lotim. (rus/*)


