Selasa, April 21, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURSeorang Anak di Montong Dangah Lombok Timur Diduga Digigit Anjing Liar

Seorang Anak di Montong Dangah Lombok Timur Diduga Digigit Anjing Liar

Selong (Suara NTB) – Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama M. Muzawir Hawari menjadi korban gigitan gerombolan anjing liar di wilayah Montong Dangah, Dusun Batu Son, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.

Korban yang merupakan pelajar kelas 4 SD itu mengalami luka-luka di bagian kaki, paha, tangan, dan punggung setelah digigit oleh sekitar tiga ekor anjing. Menurut keterangan saksi, kejadian bermula saat korban sedang bermain bola bersama teman-teman sebayanya di halaman dekat rumahnya. Tiba-tiba mereka melihat gerombolan anjing sedang mengejar ayam warga. Anak-anak tersebut berusaha menghalau anjing-anjing itu.

Namun, gerombolan anjing justru berbalik mengejar mereka. Teman-teman korban berhasil melarikan diri, sementara korban yang berada paling belakang menjadi sasaran gigitan sekitar tiga ekor anjing.

Korban kemudian dilihat oleh seorang karyawan orang tua korban bernama Ida (25 tahun), yang langsung menolongnya. Dua saksi lain, Patmah (30) dan Liza (26), turut membantu pertolongan pertama. Sekitar pukul 11.00 Wita, korban segera dilarikan ke Puskesmas Lepak, Kecamatan Sakra Timur.

Berdasarkan diagnosis petugas puskesmas, korban telah diberikan vaksinasi dan antibiotik untuk mencegah infeksi. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di ruang rawat inap Puskesmas Lepak dan kondisinya mulai berangsur membaik.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolsek Sakra  IPTU I Nyoman Astika, S.H., bersama Unit IK dan Bhabinkamtibmas Desa Sakra Selatan AIPDA Selamet Riadi, melakukan koordinasi serta pengecekan langsung ke lokasi kejadian dan puskesmas pada pukul 16.00 Wita.

Kegiatan yang berlangsung aman dan lancar ini mencakup pengecekan kondisi korban di Puskesmas Lepak. Pengambilan keterangan dari korban dan saksi. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, gerombolan anjing tersebut diduga dalam kondisi lapar karena sebelum menggigit korban, mereka terlihat mengejar ayam warga.

Kasihumas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menyampaikan imbauan kepada seluruh warga masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan anjing liar di sekitar lingkungan pemukiman.

“Kami mengingatkan anak-anak agar tidak mendekati, mengganggu, atau memberi makan anjing liar. Jika bertemu anjing liar, tetap tenang, jangan lari atau berteriak. Mundur perlahan tanpa menatap matanya,” ujar Lalu Rusmaladi.

Warga juga diminta tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa pengawasan, serta segera melaporkan ke aparat desa atau polres setempat jika menemukan anjing liar yang agresif.

Polres dan polsek setempat bersama instansi terkait akan berkoordinasi lintas sektoral untuk melakukan penertiban hewan liar demi keamanan bersama. “Utamakan keselamatan anak-anak kita,” tegasnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim, H. Masyhur yang dikonfirmasi terpisah mengatakan telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Dinas Kebakaran Penyelamatan (Damkarmat) terkait kasus anak yang digigit hewan liar tersebut.

Diketahui, kasus anak digigit anjing di Kabupaten Lotim selama satu bulan terakhir ini sudah terjadi dua kali. Kasus pertama korban meninggal dunia. Kasus kedua di Sakra ini membuat korban luka cukup serius.

Disnakeswan Lotim akan koordinasi dengan aparat kepolisian terkait upaya penindakan kepada anjing liar yang telah menggigit korban. Ada rencana pemusnahan terhadap anjing yang berbahaya tersebut. “Kita ada rencana pemusnahan secara selektif,” pungkasnya. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO