Selong (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencatat tingkat kemantapan jalan di Lotim saat ini mencapai 70 persen. Angka ini disebut mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya akibat kebijakan dan alokasi anggaran nasional yang berdampak pada seluruh kabupaten/kota dan provinsi.
Kepala Dinas PUPR Lotim, H. Achmad Dewanto Hadi, menjelaskan, penurunan kemantapan jalan juga berkaitan dengan kondisi ruas Pemotong Kota Raja. Pemerintah daerah saat ini tengah mengusulkan pembangunan ruas Praubanyar menuju kawasan wisata Jobeng ke Kementerian PU.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa kita loloskan sehingga mendapatkan alokasi dan bisa menyentuh angka 70 persen tingkat kemantapan jalan. Sebenarnya kualifikasi untuk ruas jalan kabupaten sudah sangat baik,” ujarnya.
Konsekuensi dari capaian tersebut, menurut Dewanto, adalah perlunya menganggarkan pemeliharaan secara memadai. “Kita perlu anggaran pemeliharaan untuk menjaga kualitas jalan ini supaya lebih berumur lama setelah pasca konstruksi,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas PUPR menilai akses menuju kawasan wisata Joben di Kecamatan Terara masih membutuhkan peningkatan agar lebih layak dilalui wisatawan maupun masyarakat setempat. Pembangunan ruas jalan Pro Banyar menuju Joben membutuhkan anggaran yang cukup besar, sehingga pemda mengajukan bantuan infrastruktur kepada pemerintah pusat.
Kawasan wisata Joben yang menjadi salah satu destinasi alam unggulan di Lombok Timur terus didorong pengembangannya. Selain mendukung sektor pariwisata, akses jalan yang lebih baik juga diharapkan mempermudah aktivitas ekonomi masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian warga di sekitar wilayah.
Pemda Lombok Timur optimistis peningkatan infrastruktur menuju kawasan wisata akan berdampak pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah utara Lombok Timur. Namun, sejauh ini anggaran pemeliharaan jalan di kabupaten tersebut masih relatif minim. (rus)


