BerandaNTBLOMBOK TIMURPendataan Penerima Bansos, Lotim Kerahkan 2.576 Agen Perlinsos

Pendataan Penerima Bansos, Lotim Kerahkan 2.576 Agen Perlinsos

Selong (Suara NTB) – Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu dari 43 kabupaten/kota se-Indonesia yang menjadi lokasi uji coba Digitalisasi Bantuan Sosial dengan menggunakan Portal Perlinsos. Langkah ini bertujuan memastikan keakuratan data penerima bansos. Dalam pelaksanaan pendataan ini, Lotim mengerahkan agen sebanyak 2.576 orang.


Pengerahan agen ini ditandai dengan peluncuran dan uji coba langsung transformasi digital bantuan sosial melalui Portal Perlinsos tersebut pada kegiatan apel, Jumat (31/7/2026).


Peluncuran yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Timur itu menandai dimulainya percepatan pemutakhiran data perlindungan sosial berbasis digital, sekaligus mengukuhkan Lombok Timur sebagai salah satu dari 43 kabupaten/kota percontohan di Indonesia.


Peluncuran dipimpin langsung Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, serta dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ribuan agen Perlinsos, dan unsur terkait.


Bupati Haerul Warisin menyampaikan apresiasi kepada seluruh agen Perlinsos dan elemen masyarakat yang terlibat dalam transformasi digitalisasi bantuan sosial. Menurutnya, para agen memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan sekaligus mendampingi masyarakat memahami sistem digital untuk pendataan bantuan sosial.


Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Lombok Timur sebagai daerah percontohan transformasi digital bantuan sosial. Kesempatan tersebut dinilai menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas tata kelola data sosial agar lebih akurat dan berbasis teknologi.


“Memberikan bantuan bukan hanya dalam bentuk sedekah, tetapi membantu mendata masyarakat juga merupakan pekerjaan yang mulia. Ini menjadi salah satu upaya kita untuk melakukan pemutakhiran data,” ujar Bupati.


Bupati mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama menyukseskan program tersebut. Ia menekankan bahwa pendataan masyarakat bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, melainkan bagian dari upaya memastikan setiap warga yang berhak memperoleh perlindungan sosial secara tepat sasaran.


Sementara itu, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik menjelaskan bahwa Lombok Timur menjadi satu dari 43 kabupaten/kota yang ditunjuk sebagai pilot project transformasi digitalisasi bantuan sosial melalui Portal Perlinsos.


Menurutnya, program tersebut merupakan langkah percepatan pendaftaran masyarakat ke dalam sistem perlindungan sosial berbasis digital agar pelayanan bantuan menjadi lebih efektif dan terintegrasi.


Adapun pada agen yang dikerahkan ini sebagian besar diambil ASN sebanyak 1.243 ASN. ASN ini terdiri dari PNS, PPPK penuh waktu dan paruh waktu, 333 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), 16 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), 143 unsur Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), 137 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), 254 unsur pemerintah desa, 400 kepala lingkungan dan kader, serta 50 anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).


Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pendataan sekitar 140 ribu kepala keluarga (KK) yang berada pada desil 1 hingga desil 4. Setelah itu, proses pemutakhiran akan diperluas hingga mencakup sekitar 501.140 KK di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur.


Harapannya, dengan menerjunkan agen ini mempercepat pelayanan perlindungan sosial agar semakin cepat, semakin tepat sasaran, dan semakin akuntabel.


Agen Perlinsos yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) langsung diarahkan melakukan aktivasi melalui layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur. Di saat yang sama, perwakilan OPD mengikuti Training of Trainers (ToT) guna mempelajari penggunaan aplikasi dan sistem Portal Perlinsos. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO