Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi mendistribusikan 72 unit mobil listrik. Kendaraan sebanyak tersebut akan digunakan oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB yang berjumlah 47 orang. Sisa 25 unit akan digunakan oleh OPD dengan intensitas lapangan tinggi, seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan (Adpim) NTB, Yus Harudian Putra mengatakan, sebanyak 72 unit mobil listrik dipastikan sudah tiba di Mataram. Beberapa OPD sudah mulai mengganti kendaraan, bahkan ada juga yang langsung melakukan uji coba kendaraan baru.
“Semua sudah, per hari ini sudah bisa digunakan. Tadi ada yang sudah mencoba, merasa asyik, langsung dibawa,” ujarnya di Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Jumat, 6 Maret 2026.
Saat ini, seluruh unit kendaraan listrik yang disewa senilai Rp14 miliar per tahun itu sudah menggunakan pelat daerah. Setelahnya, Pemprov berencana untuk mengganti pelat sesuai dengan pelat instansi masing-masing.
“Nanti penggantinya bertahap. Ini sudah pelat daerah semua, karena ini kan mobil baru semua ini. Nomor polisinya harus di sini dong (NTB, red), karena kan beroperasinya di sini,” jelasnya.
Dia mengaku, pergantian kendaraan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik bukan sekadar pergantian unit, melainkan bagian dari ikhtiar Pemprov NTB untuk mendukung program pengurangan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan tugas di lapangan.
Sementara, untuk kendaraan konvensional yang sebelumnya digunakan oleh Kepala OPD, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB, lanjut Yus akan melakukan penataan. Apakah mobil tersebut akan dibiarkan di Dinas Perhubungan, ditempatkan di BKAD, atau di Kantor Gubernur.
“Tadi sudah ada yang langsung test drive dan merasa nyaman, langsung dibawa unitnya. Mobil konvensionalnya langsung diserahkan ke BKAD untuk diproses lebih lanjut,” tambahnya.
Meskipun beralih dari mesin bensin ke tenaga listrik, Yus mengaku OPD termasuk para pengemudi tidak menemukan masalah. Mayoritas driver sudah terbiasa mengoperasikan mobil bertransmisi otomatis (matik).
“Prinsipnya sama dengan mobil matik. Hanya perlu pembiasaan sedikit terkait menu-menu di dashbor dan tombol-tombol fitur di setiap unit. Tadi setelah dicoba, semua berjalan lancar,” pungkasnya. (era)


