Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk pengadaan paket sembako bagi masyarakat kurang mampu pada tahun 2026. Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan, bahwa bantuan ini akan diprioritaskan secara ketat untuk warga yang berada dalam kategori miskin ekstrem atau masuk dalam kelompok desil terendah. Hal tersebut disampaikan Wabup Edwin menjawab Suara NTB di ruang kerjanya baru-baru ini.
Rencana penyaluran bantuan sosial yang ditargetkan rampung sebelum idulfitri. Pertimbangannya agar bantuan benar-benar efektif dan nilai yang diterima warga tidak terlalu kecil akibat pembagian yang terlalu luas, pemerintah daerah memilih untuk memfokuskan sasaran.
“Desainnya, prioritasnya pakai desil satu, desil dua, desil tiga. Paling idealnya sampai desil dua. Lebih dari itu, dengan anggaran Rp30 miliar mungkin berat,” ujar Wabup Edwin.
Ia menjelaskan, jika cakupan penerima terlalu diperlebar hingga ke desil tiga, dikhawatirkan nilai bantuan yang diterima setiap keluarga justru mengecil dan tidak signifikan manfaatnya. Untuk menjaga efektivitas, pemerintah kemungkinan besar hanya akan menjangkau kelompok desil 1 dan desil 2
Dalam sistem data tunggal sosial ekonomi nasional, desil 1 merujuk pada 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah atau kategori miskin ekstrem. Adapun desil 2 merupakan kategori miskin, sementara desil 3 adalah kelompok hampir miskin .
Dengan skema prioritas ini, Wabup Edwin memastikan bahwa seluruh warga miskin ekstrem yang jumlahnya sekitar 45.000 jiwa di Lotim akan tersentuh bantuan.
“Kalau dengan jumlah miskin ekstrem sekitar 45.000 itu di desil satu, ya desil satu sudah masuk semua, tersentuh,” tegasnya.
Target penyelesaian program ini adalah sebelum lebaran, sesuai dengan harapan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin sejak rapat koordinasi pertama. “Itu harapan Pak Bupati, apa-apa yang bisa untuk meringankan masyarakat itu di bulan sebelum idulfitri,” tambah Edwin.
Meski bantuan ini berupa paket sembako, Wabup mengakui bahwa isi bantuan mengacu pada nomenklatur, namun diharapkan dapat meringankan beban belanja rumah tangga, terutama di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok seperti cabai.
“Tujuannya untuk mengurangi beban belanja mereka, terhadap beras, gula, dan sebagainya. Sehingga pengurangan ini bisa dialihkan untuk belanja kebutuhan lain,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Lotim H. Haerul Warisin juga telah menggandeng Kejaksaan Negeri untuk mengawal penyaluran bansos Rp30 miliar ini agar tepat sasaran dan transparan . Program ini juga merupakan kelanjutan dari upaya Pemkab Lotim dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan mencapai 0 persen pada tahun 2027. (rus)

