Selasa, Maret 10, 2026

BerandaNTBLOMBOK BARATDikeluhkan Warga, Pemkab Lobar Ungkap Penyebab Mesin Sampah Masaro Ngadat

Dikeluhkan Warga, Pemkab Lobar Ungkap Penyebab Mesin Sampah Masaro Ngadat

Giri Menang (suarantb.com) – Mesin pengolah sampah teknologi Masaro di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) ngadat. Proyek pengadaan senilai kurang lebih masing-masing Rp10 miliar yang ditempatkan di dua titik strategis, yakni TPST Senteluk dan PDU Lingsar, diduga mengalami gangguan sehingga belum beroperasi optimal.

Dari informasi dari sejumlah pihak, bahwa mesin belum beroperasi maksimal. Bahkan baru tiga bulan berjalan mesinnya sudah gangguan atau ngadat. Warga Batulayar Jajap pun mempertanyakan perihal kualitas alat tersebut yang dinilai dibeli dengan biaya mahal namun belum sesuai harapan. Ia menuntut transparansi, sebab jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan bau sampahnya.

Merespons keluhan Warga ini, Pemkab Lobar melalui Kepala Dinas Kominfotik Lobar, H. Rizky Bani Adam mengungkap penyebab belum maksimalnya mesin Masaro tersebut. “Kami menyikapi keluhan masyarakat terkait tidak beroperasinya mesin peralatan pengolahan sampah Masaro di TPST Senteluk,” beber H Rizky, melalui video resmi Diskominfotik.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi dari DLH Lobar, beberapa yang disampaikan terkait mesin Masaro tersebut. Di antaranya, pertama, peralatan pengelolaan Masaro saat ini memang masih dalam masa pemeliharaan akibat adanya perbaikan pada bagian blower di mesin Insinerator Masaro. Kedua, sebagaimana mesin-mesin lainnya yang bekerja optimal pada kondisi kerja tertentu, peralatan mesin dan pengelolaan sampah Masaro juga demikian.

Peralatan dan mesin pengelolaan sampah Masaro, dirancang untuk memproses sampah kering yang sudah terpilah untuk menghasilkan produk yang bernilai jual, seperti kompos, pupuk cair dan kapasitasnya sekitar 20 ton per hari. Dalam kondisi sampah yang sudah terpilah, dan dalam keadaan kering. Ketiga, sampah yang diproses dengan Masaro ini adalah baru tiba di TPST. Adanya sampah lama yang masih menumpuk akan diangkut secara bertahap ke TPA Kebon Kongok.

Keempat, peralatan dan mesin Masaro, adalah milik bersama yang harus dijaga bersama-sama. “Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Lobar,untuk memilah terlebih dahulu sampah dari rumah tangga, antara organik dan anorganik sebelum membuang sampah dan diangkut oleh petugas,” ajaknya. Sebab pemilahan sampah dari rumah tangga ini, sangat membantu proses pengolahan sampah di tempat Pengolahan.Serta mempercepat proses kerja petugas di lapangan.

Selain itu pemilahan sampah dapat mengurangi penumpukan sampah dan mendukung pengolahan sampah yang bersih, sehat dan ramah lingkungan. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO