Selasa, Maret 10, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMSiapkan Dua Skema

Siapkan Dua Skema

 

PEMERINTAH Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, menyiapkan dua skema pengaturan kegiatan dalam menyambut dua perayaan keagamaan yang waktunya berdekatan, yakni perayaan Tapa Brata Penyepian bagi umat Hindu dan pawai malam takbiran bagi umat Muslim.

Skema pertama diterapkan apabila Hari Raya Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026. Dalam kondisi tersebut, pawai takbiran yang digelar pada 19 Maret 2026 dibatasi hingga pukul 21.00 Wita. Kebijakan ini mengikuti arahan dari Kementerian Agama.

Sementara itu, skema kedua akan diberlakukan jika pemerintah menetapkan Idulfitri pada 21 Maret 2026. Dalam skenario ini, pawai takbiran akan dilaksanakan secara normal pada malam 20 Maret 2026.

Lurah Abian Tubuh Baru, Adi Indra Pratama, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi berbagai kemungkinan dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan kegiatan pawai takbiran dengan menyiapkan sejumlah langkah pengamanan.

“Segala kemungkinan yang akan terjadi sudah kami koordinasikan dengan para pihak terkait,” ujarnya, Selasa (10/3).

Adi menjelaskan, pawai takbiran di wilayah tersebut tidak hanya berlangsung saat Idulfitri, tetapi juga saat perayaan Lebaran Ketupat. Dengan demikian, konsentrasi masyarakat tidak hanya terpusat pada satu perayaan saja.

Bahkan, menurutnya, pawai malam takbiran pada perayaan Lebaran Ketupat biasanya lebih ramai dibandingkan saat Idulfitri.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, Pemerintah Kelurahan Abian Tubuh Baru juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Sandubaya dan Koramil setempat.

Selain itu, pengamanan juga melibatkan tiga pilar keamanan, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Satlinmas.

“Bahkan teman-teman dari pecalang juga ikut berpartisipasi dalam pengamanan. Hal ini memang sudah menjadi tradisi setiap tahun jika ada kegiatan keagamaan,” ungkapnya.

Adi menambahkan, Kelurahan Abian Tubuh Baru merupakan wilayah yang majemuk. Terdapat dua lingkungan dengan mayoritas umat Hindu, yakni Lingkungan Abian Tubuh Barat dan Lingkungan Gedur.

Meski mayoritas penduduknya beragama Islam, ia menegaskan bahwa kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama di wilayah tersebut tetap terjaga dengan baik.

“Kerukunan dan keharmonisan masyarakat terus dijaga untuk mewujudkan toleransi di tengah keberagaman,” pungkasnya. (pan)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO