Sabtu, April 25, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMDLH Mataram Kesulitan Tertibkan Tenda Pengantar JCH di Median Jalan Asrama Haji

DLH Mataram Kesulitan Tertibkan Tenda Pengantar JCH di Median Jalan Asrama Haji

Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mengakui mengalami kesulitan dalam menertibkan aktivitas pengantar jemaah calon haji (JCH) yang mendirikan tenda dan beraktivitas di median taman jalan kawasan Asrama Haji, Jalan Dr. Soedjono, Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Padahal, larangan tersebut diberlakukan untuk menjaga tanaman dan fasilitas taman di median jalan agar tidak rusak.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan kondisi di lapangan cukup sulit dikendalikan karena tingginya jumlah pengantar jemaah yang datang dari berbagai daerah, terutama saat jadwal pemberangkatan berlangsung.

“Memang di lapangan sulit untuk diarahkan, apalagi dengan jumlah pengantar yang sangat banyak,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, pendirian tenda di median taman jalan merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap musim haji. Para pengantar jemaah biasanya memanfaatkan area tersebut sebagai tempat menunggu, beristirahat, bahkan berkumpul bersama keluarga sebelum jemaah diberangkatkan.

Meski demikian, DLH tetap berupaya menjaga kebersihan kawasan dengan menyiapkan petugas kebersihan di sekitar Asrama Haji. Sebanyak 11 personel dikerahkan dan dibantu oleh petugas dari kecamatan serta kelurahan setempat. Pembersihan dilakukan secara rutin dengan sistem sif atau bergantian agar kondisi kawasan tetap terjaga selama 24 jam.

Nizar memastikan, setiap pagi kondisi kawasan sudah kembali bersih dari sampah yang berserakan. Untuk mendukung hal tersebut, DLH juga telah menyediakan kantong sampah berukuran besar (trash bag) di sejumlah titik, termasuk membagikannya kepada para pedagang di sekitar lokasi.

“Kami sudah siapkan tempat sampah di beberapa titik. Kami mohon masyarakat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan,” imbaunya.

Ia menambahkan, volume sampah di kawasan tersebut mencapai sekitar satu ton per hari. Setelah dikumpulkan oleh petugas, sampah langsung diangkut ke tempat pembuangan sementara (TPS) dengan frekuensi pengangkutan tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan malam.

“Volume sampah paling banyak biasanya terjadi pada malam hari setelah aktivitas pengantaran jemaah,” ungkapnya.

Selain menjaga kebersihan, DLH juga mengimbau masyarakat untuk tidak merusak tanaman dan fasilitas taman yang ada di median jalan, karena area tersebut merupakan ruang terbuka hijau yang harus tetap dijaga.

DLH berharap adanya kesadaran dari masyarakat, khususnya para pengantar jemaah, untuk menjaga kebersihan dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kenyamanan bersama selama proses pemberangkatan jemaah calon haji berlangsung. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO