Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa, menemukan 97 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga bulan Maret 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 101 kasus.
“Di tahun 2026 jumlah kasus yang kita tangani sebanyak 97 kasus di bulan Januari hingga Maret. Jumlah ini menurun signifikan dibandingkan tahun lalu yang mencapai 101 kasus hanya di bulan Januari saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarif Hidayat, kepada Suara NTB, Selasa (10/3).
H. Sarif melanjutkan, dari jumlah pasien yang ditangani masih didominasi anak-anak dengan cakupan wilayah di Kecamatan Empang 29 kasus, Plampang 15 kasus, dan Moyo Hilir 11 kasus. Tiga wilayah ini sebagai penyumbang tertinggi di Kabupaten Sumbawa. Pihaknya tetap memberikan atensi khusus agar kasus tersebut tidak semakin meningkat.
“Kecamatan Alas Barat ada 7 kasus yang kita tangani dan Labuhan Badas menyumbang 6 kasus, Buer 6 kasus, Moyo Utara 4 kasus, dan Tarano 4 kasus DBD. Kami tetap memberikan atensi khusus,” jelasnya.
Beberapa faktor yang menyebabkan kasus ini masih ditemukan selain faktor cuaca. Salah satunya yakni, minimnya kesadaran dari masyarakat. Bahkan setiap tim yang turun ke lapangan selalu saja menemukan lingkungan yang kotor.
“Lingkungan yang kotor masih menjadi persoalan sehingga kasus DBD masih ditemukan, tetapi kami tetap akan turun memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait lingkungan yang sehat,” ucapnya.
Penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegepty tentu bisa menyebabkan masalah yang lebih besar berupa kematian, jika tidak ditangani dengan baik. Sebab penyakit ini bisa mengakibatkan pendarahan, sehingga pola penanganan awal harus maksimal dilakukan.
“Karena dampaknya sangat fatal, sehingga kita sejak penanganan awal sudah kita lakukan secara intensif untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat jika memiliki keluarga yang sakit yang menyerupai DBD untuk datang melapor ke puskesmas terdekat.
“Jika sakit yang mengarah ke DBD segera datang ke Puskesmas untuk kita lakukan penanganan lebih lanjut dan kita juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan yang sehat,” tukasnya. (ils)

