Rabu, Maret 11, 2026

BerandaNTBSUMBAWAPerjanjian Kerja Sama Diteken, Komitmen Membangun Ekosistem Industri Unggas di Sumbawa

Perjanjian Kerja Sama Diteken, Komitmen Membangun Ekosistem Industri Unggas di Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa mengapresiasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dengan PT Rajawali Nusantara atau ID Food, untuk mensukseskan program pengembangan program hilirisasi unggas terintegrasi.

“Kami menegaskan kesiapan Sumbawa dalam mendukung penuh implementasi program, terutama penyediaan lahan, penguatan kelembagaan peternak, serta pembangunan ekosistem usaha yang berkelanjutan,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot Selasa (10/3).

Perjanjian kerjasama ini lanjut Jarot, semakin memperkuat posisi Sumbawa sebagai salah satu pusat pengembangan industri perunggasan di kawasan Timur Indonesia. Kehadiran investasi hilirisasi ayam tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan peternak lokal.

“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN menjadi faktor kunci dalam mewujudkan industri perunggasan modern,sehingga mampu meningkatkan nilai tambah sektor peternakan serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” ucapnya.

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal sebagai pihak pertama dan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), Ghimoyo sebagai pihak kedua. Penandatanganan ini menandai komitmen bersama untuk membangun ekosistem industri perunggasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir di wilayah NTB.

Dalam dokumen kesepakatan itu, ditegaskan bahwa kerja sama ini menjadi landasan bagi para pihak untuk melaksanakan program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi. Tujuannya mewujudkan kawasan industri perunggasan yang mampu mengintegrasikan berbagai mata rantai produksi mulai dari penyediaan bibit unggul, produksi pakan, budidaya ayam, hingga pengolahan dan pemasaran hasil ternak.

Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup beberapa tahapan strategis, antara lain penjajakan dan penentuan lokasi kawasan potensial. Penyusunan studi kelayakan yang meliputi aspek teknis, ekonomi, operasional, lingkungan, hukum, serta risiko usaha, hingga penyusunan skema kerja sama operasional antara para pihak.

Selain itu, kerja sama ini juga mencakup penyusunan langkah-langkah implementasi program, pemilihan mitra usaha dengan sepengetahuan pemerintah daerah. Selain itu, juga pertukaran data dan informasi guna mendukung pelaksanaan proyek secara efektif.

Kesepakatan bersama ini lanjutnya, akan berlaku selama dua tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak. Selanjutnya, kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama operasional yang lebih rinci sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dari pemerintah pusat, daerah, serta jajaran manajemen ID FOOD. Dari Kementerian Pertanian RI hadir Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Dr. drh. Makmun, M.Sc., serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA.

Pemerintah Provinsi NTB, Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev. Sementara dari Kabupaten Sumbawa hadir Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Saifuddin, S.P., serta Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh. Rini Handayani, M.Si., yang juga menjadi PIC program di tingkat kabupaten.

Dari pihak ID FOOD, selain Direktur Utama Ghimoyo, turut hadir Direktur Komersial PT RNI (Persero) Dwi Sutoro dan Direktur Utama PT Berdikari Maryadi. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tenaga ahli, termasuk Prof. Sahrul Bosang. (ils)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO