Dompu (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Dompu Bambang Firdaus, SE., mencanangkan imunisasi campak bagi balita berusia 9-59 bulan. Pencanangan ini menyasar 25.705 balita di Kabupaten Dompu. Tujuannya sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus campak.
Pencanangan imunisasi campak ini dilakukan di Kantor Camat Dompu, Rabu (11/3) kemarin. Pencanangan ditandai dengan pemberian imunisasi kepada perwakilan anak yang hadir oleh Bupati didampingi Ketua MUI Kabupaten Dompu, Drs. H. Mokh. Nasuhi, MSi dan pimpinan perangkat daerah.
Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mensukseskan program imunisasi campak bagi anak –anak. Pemberian imunisasi ini sebagai salah satu upaya mencegah penularan penyakit tersebut. Saat ini, penyakit campak mulai ditemukan, sehingga harus ditangani secara cepat dan tepat.
Ia khawatir apabila terlambat penanganan maka berpotensi kecacatan fisik dan kematian. “Tetapi syukur Alhamdulillah di Dompu masih bisa ditekan kasusnya,” ungkapnya.
Kesuksesan program imunisasi campak kata dia, sangat bergantung dari dukungan masyarakat. Bupati menyarankan masyarakat yang memiliki balita agar membawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin campak, agar memiliki kekebalan tubuh. Imunisasi ini bisa dipastikan halal dan telah melalui pengujian oleh pemerintah. “Sehingga tidak perlu khawatir akan dampaknya,” pesannya.
Selain pemberian imunisasi campak, Bambang juga mengingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan dan pemenuhan makanan yang sehat. Karena sumber dari segala penyakit adalah lingkungan di sekitar. “Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, juga menjadi kunci terhindar dari segala penyakit,” pesannya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Surawan, SKM., menyampaikan upaya imunisasi massal serentak yang dilakukan sebagai respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular yang sudah terjadi di Kabupaten Bima. Di Kabupaten Dompu sendiri, sudah banyak kasus yang ditangani. Seperti di RSUD Dompu sebanyak 226 kasus yang dirawat dan sebanyak 216 kasus campak ditangani di puskesmas.
“ORI dilaksanakan massal pada wilayah dan populasi rentan untuk bertujuan meningkatkan cakupan imunisasi dengan target 95 persen, agar tercapai kekebalan kelompok. Sehingga bisa mengendalikan wabah, menurunkan angka kesakitan dan mencegah kematian. Alhamdulillah, hingga saat ini kita masih bisa kendalikan,” ungkapnya. (ula)

