Kota Bima (Suara NTB) – Aktivitas pembelian pakaian bekas di Pasar Raya Amahami, Kota Bima, menjelang Idulfitri menurun. Sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pembeli,sehingga berdampak pada omzet penjualan.
Salah seorang pedagang pakaian bekas di pasar tersebut, Halimah menuturkan, penjualan menjelang Lebaran kali ini, terasa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pada H-7 lebaran ,lapak pedagang baju bekas sudah dipadati pembeli untuk mencari pakaian lebaran. Kali ini, aktifitas belanja terlihat lebih lengang.
Meski begitu, ia menilai pembeli masih tetap datang ke Pasar Raya Amahami, terutama jika dibandingkan dengan lokasi penjualan lain.
“Kalau saya lihat dibanding di Pasar Senggol sana, lumayan ada pembelinya di sini,” katanya.
Halimah menduga perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab turunnya omset penjualan. Saat ini, masyarakat memilih membeli pakaian melalui platform daring.“Belanja online lagi-lagi, online ini salah satu penyebab sepi pembeli,” ujarnya.
Selain itu, ketersediaan barang juga memengaruhi penjualan. Ia menyebut dalam beberapa waktu terakhir stok pakaian bekas terbatas. Kondisi tersebut, juga turut memengaruhi omzet yang diperoleh pedagang. Jika pada tahun lalu, pendapatan menjelang Lebaran bisa mencapai juta rupiah. Saat ini, hasil penjualan harian menurun drastis.
“Dulu bisa sampai berjuta-juta, sekarang dapet Rp1 juta sudah syukur. Tapi itu tidak setiap hari, hanya saat pembeli lagi banyak saja,” ungkapnya.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pembeli masih memilih datang langsung ke pasar untuk mencari pakaian dengan harga lebih terjangkau.
Salah seorang pembeli, Rina mengatakan sengaja datang ke Pasar Raya Amahami karena harga pakaian bekas dinilai lebih murah dengan kualitas yang bagus. Rina tidak mengikuti tren belanja pakaian secara online (daring,red), melainkan memilih datang langsung ke pasar karena puas memilih barang yang diinginkan. “Alasannya lain juga karena uangnya baru ada menjelang Lebaran,” ujarnya.
Menurutnya, lapak pakaian bekas di Pasar Raya Amahami masih menjadi pilihan masyarakat, untuk mencari pakaian baru dengan kualitas tidak kalah saing dengan pakaian di toko maupun marketplace. Selain itu, harganya pun sangat terjangkau. (hir)

