Kamis, Maret 26, 2026

BerandaNTBSumbang PAD Rp500 Juta Lebih, Balai Pengujian Material Konstruksi NTB Wacanakan Dua...

Sumbang PAD Rp500 Juta Lebih, Balai Pengujian Material Konstruksi NTB Wacanakan Dua Lab Baru

Mataram (Suara NTB) – Balai Pengujian Material Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) NTB berencana bangun dua lab uji baru. Setelah mendapatkan sertifikasi komite akreditasi nasional (KAN) pada uji lab air, tanah aspal, dan beton, balai tersebut kini tengah menyusun proposal untuk pengadaan laboratorium uji tarik dan tekan baja dan lab kalibrasi.

Kepala Balai Pengujian Material Konstruksi Dinas PUPRKP NTB, Okti indayani mengatakan dari tiga lab yang dimiliki oleh balai, bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga lebih dari Rp500 juta. Dengan adanya dua tambahan laboratorium, ia meyakini bisa menambah PAD yang selama ini dapat melebihi target yang diberikan provinsi.

“Karena saat ini kita sedang menggodok proposal, kita sedang membuat analisis bisnis, kita juga mencoba untuk menyusun pergub aturan regulasi SOP terkait dengan pengembangan 2 lab baru tadi,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.

Berdasarkan perhitungan sementara, tiga laboratorium yang ada di Balai saat ini membutuhkan sekitar Rp3,3 miliar untuk dilakukan peremajaan. Sementara itu, untuk laboratorium besi, baja dan laboratorium kalibrasi, Okti mengaku masih menyusun kajian teknis, rencana anggaran biaya (RAB), roadmap, hingga skema kerja.

Hasil kajian ini nantinya akan dipresentasikan kepada kepala dinas serta OPD terkait seperti Bappeda, BPKAD, dan biro hukum guna memperoleh dukungan penuh.

“Kami optimistis jika program ini berjalan, kontribusi terhadap PAD bisa meningkat signifikan, bahkan berpotensi menambah lebih dari Rp1 miliar secara bertahap,” jelasnya.

Meski demikian, ia menyadari kondisi efisiensi anggaran saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengadaan peralatan dan tenaga kerja. Oleh karena itu, implementasi program akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi pasar dan tren kebutuhan layanan laboratorium.

Dalam proyeksinya, ia menargetkan titik impas atau break-even point (BEP) dapat tercapai dalam waktu lima tahun sejak operasional dimulai. Setelah itu, laboratorium diharapkan dapat memberikan keuntungan berkelanjutan bagi daerah.

“Di tahun pertama tentu belum bisa langsung mencapai target maksimal. Kami akan melihat perkembangan pasar dan tren. Namun dalam 3–4 tahun, target pendapatan diharapkan bisa tercapai,” tambahnya.

Selain fokus pada aspek finansial, pengembangan laboratorium juga diharapkan menjadi legacy positif bagi instansi, sekaligus meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan publik di NTB. (era)

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO