Bima (Suara NTB) – Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy mengimbau setiap petani menanam minimal 10 pohon di setiap lahan pertanian yang dimiliki. Imbauan ini sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi risiko banjir serta tanah longsor di wilayah Kabupaten Bima.
Imbauan tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya jagung hibrida di So Lomba, Desa Waworada, Kecamatan Langgudu, Rabu (25/3/2026). Pada kesempatan itu, Wabup menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian harus sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
“Keberhasilan pembangunan bidang pertanian tidak hanya dilihat dari hasil panen, tetapi juga bagaimana para petani mampu menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Penanaman pohon menjadi langkah sederhana namun memiliki dampak besar dalam menjaga alam dan keberlangsungan kehidupan masyarakat di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, penanaman pohon di lahan pertanian menjadi langkah penting untuk memperkuat struktur tanah serta menjaga keseimbangan ekosistem. Upaya tersebut dinilai mampu menekan potensi terjadinya bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi saat musim hujan.
“Setiap petani dapat menanam minimal 10 pohon di setiap lahan yang dimiliki. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat struktur tanah, serta mengurangi risiko terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor,” tegasnya.
Selain menekankan aspek lingkungan, Wabup juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional. Ia menyebut komoditas jagung hibrida memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal.
Panen raya jagung hibrida tersebut, lanjutnya, menjadi bukti keberhasilan petani dalam mengelola lahan pertanian secara optimal. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras para petani yang telah meningkatkan produksi jagung di wilayah tersebut.
Wabup juga mendorong para petani untuk terus memanfaatkan bibit unggul dan menerapkan teknik pengelolaan lahan yang lebih modern dan efisien guna meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang harus terus dijaga produktivitasnya.
“Provinsi NTB merupakan salah satu lumbung pangan nasional, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presiden. Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” tutupnya. (hir)

