Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Sumbawa, mengaku fasilitas penunjang keselamatan personel yang melakukan pemadaman bencana kebakaran sangat terbatas. Kondisi itu sangat berisiko bagi personel di lapangan.
“Per regu ada tujuh orang personel di masing-masing pos, sementara untuk untuk baju keselamatan yang kita punya saat ini hanya tiga dari tujuh orang tersebut. Sehingga petugas harus bergantian saat pemadaman,” kata Kadis Damkartmat H. Sahabuddin kepada Suara NTB, Jumat (27/3/2026).
Ia melanjutkan, selain baju keselamatan aksesoris seperti selang pemadam kebakaran juga sangat terbatas. Sehingga ketika mobil tangki kehabisan air pemindahan selang ke mobil lain membutuhkan waktu yang cukup panjang.
“Persoalan ini sudah kami laporkan dengan harapan bisa segera dipenuhi, karena bagaimanapun juga keselamatan personel menjadi hal yang utama,” ucapnya.
Selain masalah keamanan personel, kendaraan pemadam kebakaran yang dimiliki saat ini juga sangat terbatas yakni sebanyak 12 unit. Jumlah tersebut tentu sangat sedikit jika dibandingkan dengan luas wilayah yang dimiliki.
“Jadi, yang siap beroperasi saat ini hanya 12 unit, di Mako ada empat unit dan sisanya dibagi ke beberapa zona dengan wilayah kerja yang cukup luas sebanyak 24 kecamatan,” katanya.
Ia merincikan dari empat unit yang berada di Mako satu di antaranya rusak yang diperuntukkan untuk meng-cover wilayah Sumbawa. Pos Moyo Hilir, dan Moyo Utara satu unit, wilayah Barat meliputi Alas, Alas Barat, dan Buer satu unit, satu unit di wilayah Utan, Rhee dan Pulau Bungin satu unit.
“Di wilayah Timur kita bagi dua zona yakni, Plampang, Lape, dan Lopok satu unit, satu unit lainnya untuk wilayah Empang dan Tarano, satu unit untuk wilayah Lenangguar, dan Lunyuk satu unit,” ucapnya.
Meski jumlah armada yang dimiliki sangat terbatas termasuk alat keselamatan personel namun pihaknya tetap melakukan upaya penanganan secara maksimal. Salah satunya dengan meminimalisir luas wilayah yang terdampak kebakaran.
“Kami tetap bekerja secara maksimal meski armada kita sangat terbatas, bahkan kita juga menyiapkan tiga regu yang stand by di Mako,” tukasnya. (ils)

