Rabu, April 1, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURCamat Selong Gagas Inovasi "Meriri", Bangun Kolaborasi, Kunci Atasi Keterbatasan Dana

Camat Selong Gagas Inovasi “Meriri”, Bangun Kolaborasi, Kunci Atasi Keterbatasan Dana

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus berupaya menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Camat Selong, Lalu Ridho Arindi, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menggiatkan program unggulan bertajuk “Selong Meriri”, sebuah konsep pembangunan yang tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga perbaikan menyeluruh di berbagai sektor.

“Sebagai warga asli ibu kota, kami berharap bisa memberikan yang terbaik dan menjadi contoh bagi kecamatan lainnya. Inovasi kami sebenarnya sangat simpel. Selong Meriri ini kami gaungkan. Meriri ini bukan hanya dalam konteks bersih-bersih atau gotong-royong, tetapi lebih luas lagi, yakni perbaikan di banyak hal,” ujar Lalu Ridho menjawab Suara NTB, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan tersebut mencakup perubahan kultur, peningkatan pelayanan publik yang lebih cepat dan tanggap, hingga percepatan digitalisasi. Selain itu, etos kerja aparatur juga menjadi fokus utama dalam gerakan perbaikan tersebut.

“Kami memiliki 11 kelurahan dan satu desa. Bagaimana menciptakan irama pemerintahan yang tentu harus lebih baik dari sebelumnya. Yang sudah baik kita lanjutkan, yang kurang kita perbaiki,” tegasnya.

Kolaborasi Strategis Dorong Pembangunan
Lalu Ridho mengakui bahwa tantangan utama di wilayah dengan dominasi kelurahan adalah keterbatasan dana. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah jajarannya untuk terus bergerak. Menurutnya, kunci utama untuk mengatasi keterbatasan tersebut adalah dengan menghadirkan kolaborasi yang baik dengan berbagai instansi.

“Di Selong, dengan dominasi kelurahan, dana memang terbatas, tetapi kita tidak boleh menyerah. Sebagai bagian dari perangkat daerah, kami mendorong kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kami tidak diam, kami rutin mendata apa yang harus dikerjakan,” ungkapnya.

Koordinasi rutin dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas PUPR, Dinas Perkim, hingga seluruh dinas yang ada di Kabupaten Lombok Timur, bahkan Pemerintah Provinsi, terutama untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Selain itu, pihaknya juga membuka ruang kolaborasi dengan lembaga non-pemerintah (NGO) serta mitra swasta.

“Kami punya jalur koordinasi dengan tiga instansi terkait. Bahkan, untuk aspirasi dari warga yang berafiliasi dengan partai, kami arahkan agar bisa dikerjakan. Hal-hal yang tidak bisa kami anggarkan, kami koordinasikan dengan OPD terkait,” tambahnya.

Anggaran Terbatas, Sinergi Jadi Andalan
Dalam pengelolaan anggaran, Lalu Ridho menyebutkan bahwa dana yang tersedia di wilayahnya sekitar Rp860 juta. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembayaran gaji perangkat, lembaga kemasyarakatan, kader, kepala lingkungan, serta operasional koperasi.

“Kami akui, karena ini wilayah kelurahan, kami tidak punya tanah aset. Namun alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya koordinasi yang baik dengan OPD. Kami mendapatkan dukungan dari pemda, termasuk untuk usulan lokasi Koperasi Merah Putih,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi “Meriri”, Pemerintah Kecamatan Selong optimis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, sekaligus menjadi role model bagi kecamatan lainnya di Lombok Timur. (rus)

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO