Kamis, April 2, 2026

BerandaEKONOMIPerang Timur Tengah, ITDC Pastikan Tak Pengaruhi Jadwal dan Kenaikan Komponen Biaya...

Perang Timur Tengah, ITDC Pastikan Tak Pengaruhi Jadwal dan Kenaikan Komponen Biaya MotoGP Mandalika 2026

 

Mataram (Suara NTB) – Memanasnya Kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel menggempur Iran pada akhir Februari 2026 berdampak pada rantai pasok global, termasuk sektor energi dan kenaikan harga-harga komoditas ikutan dan event internasional di berbagai negara. Lantas bgaimana dengan penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini?


Direktur Utama Injourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Reza Warokka memastikan jadwal maupun struktur biaya ajang balap internasional tersebut tetap sesuai rencana.


Troy dalam kesempatan diskusi virtual dengan wartawan, Rabu sore, 1 April 2026 menegaskan, bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal pelaksanaan MotoGP Mandalika. Ajang tersebut tetap akan digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.
“Dengan situasi global yang ada saat ini, kami memastikan schedule MotoGP di Indonesia tetap sesuai rencana, yakni tanggal 9 sampai 11 Oktober. Tadi pagi kami sudah koordinasi dengan MGPA,” ujarnya.


Menurutnya, hingga saat ini ITDC juga belum menerima adanya perubahan struktur biaya dari pihak penyelenggara MotoGP maupun pemegang hak komersial (DORNA SPORT). “Sampai saat ini tidak ada perubahan harga. Struktur biaya yang disampaikan masih relatif sama dan belum ada penyesuaian akibat kondisi perang,” jelasnya.


Hal yang sama juga berlaku pada harga tiket penonton. Troy juga memastikan harga tiket MotoGP Mandalika 2026 tidak mengalami kenaikan dan tetap mengacu pada skema yang telah ditetapkan sebelumnya.


“Kami pastikan tidak ada perubahan harga tiket. Semua masih sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dan tidak terpengaruh oleh kondisi perang,” tegasnya.


Di sisi lain, ITDC tengah mempersiapkan berbagai peningkatan infrastruktur penunjang di Kawasan Mandalika guna mendukung kelancaran penyelenggaraan event tersebut. Proses pengadaan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku bagi badan usaha milik negara (BUMN), termasuk melalui tahapan tender yang ketat.


“Saat ini kami sedang dalam proses penentuan vendor untuk peningkatan infrastruktur. Dari beberapa kandidat, sudah mengerucut dan segera ditetapkan untuk mendukung kesiapan MotoGP 2026,” jelasnya.


Seperti diketahui, konflik di Timur Tengah yang terjadi sejak awal 2026 memicu kekhawatiran global, terutama terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz serta kerusakan infrastruktur minyak di kawasan Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar dan berdampak luas pada berbagai sektor ekonomi. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN



VIDEO