Giri Menang (Suara NTB) – Mahnun dan Pauziah, pasangan suami-istri lanjut usia (lansia) yang lumpuh di Dusun Gubuk Aida, Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi mengundang perhatian serius kalangan DPRD Lombok Barat Dapil Labuapi – Kediri, Dr Syamsuriansyah. Sejak awal mengetahui kondisi pasutri lansia ini, Ketua Perindo Lobar itu langsung turun membantu.
Hingga nasib berkata lain, Pauziah istri dari Amaq Mahnun meninggal Kamis (2/4) pekan kemarin. Tanpa menunggu pemerintah daerah yang tak kunjung turun memberikannya bantuan, Politisi Perindo itu berinisiatif membelikan kursi roda untuk suami almarhumah. Kursi roda dan berbagai kelengkapan lainnya dibawakan ke gubuknya pada Sabtu (4/4). Ketika didatangi Dr. Syam bersama kadus setempat, terlihat Amak Mahnun hanya bisa terbaring di tempat tidur ditemani anaknya.
Raut muka sedih Amaq Mahnun dengan kondisi yang dialami dan duka mendalam akibat ditinggal pergi selamanya oleh sang istri. Dr. Syam pun berupaya menguatkannya agar tetap optimis dan semangat untuk sembuh. Kondisi rumah yang ditempati tampak sederhana, tak luas. Hanya ada satu kamar tidur dan serambi. Didalam rumah itu tak ada barang berharga. Barang berserakan dan pakaian bergelantungan.
Ketua Fraksi DPRD Lobar Dr. Syamsuriansyah mengatakan bahwa dari awal mengetahui kondisi pasutri ini. Ia mulai memberikan bantuan hingga merujuk ke rumah sakit. Pihaknya mengkoordinasikan dengan OPD terkait, agar pasutri ini segera ditangani, hingga akhirnya OPD turun mengecek kondisinya.
OPD pun pernah ingin membantu peralatan kursi roda,dan lainnya tetapi anggaran terbatas, mengakibatkan belum terealisasi. “Akhirnya saya berinisiatif atas nama kemanusiaan tentu saya harus melihat ini sebagai sesuatu yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja tetapi kita hadir sebagai manusia yang melihat bahwa ini juga manusia,”katanya.
Dengan kursi roda itu, amaq Mahnun diharapkan bisa keluar rumah melihat suasana, karena hampir setahun tidak bisa kemana-mana. Ia juga memberikan tempat tidur lengkap dengan seprai, sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi Amaq Mahnun. “Alhamdulillah ini, saya ingin katakan kepada kita semua paling tidak kalaupun kita tidak bisa berbuat banyak kepada sesama manusia, empati itu yang penting,”imbuhnya.
Sementara itu,Kadus Gubuk Aida Idham Ahmad mengatakan bahwa mengapresiasi atensi yang diberikan oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat tersebut, terhadap Amaq Mahnum. Selain memberikan bantuan juga pengawalan penanganan ke OPD. Pemda Lombok Barat pun berjanji mengawal program bantuan baik itu BPNT, PKH dan BLT diperjuangkan dari desa hingga bantuan kursi roda. “Kedatangan Pak Dewan dengan simpati beliau, merespon kondisi warga kami, OPD pun turun ke sini,”imbuhnya.
Terlebih anak dari Amaq Mahnun akan dibiayai kuliah sampai wisuda. Tetapi sayangnya bantuan dari OPD berupa kursi roda, perlengkapan lainnya belum turun sampai istri Amaq Mahnun meninggal. Bahkan, OPD lainnya menilai jika rumah tempat tinggal Amaq Mahnun tak layak dibantu. Pihaknya berharap agar warganya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, agar tidak ada lagi kejadian semacam ini. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Arief Suryawirawan mengatakan bahwa pihaknya telah turun mengecek kondisi pasutri yang lumpuh di Desa Telaga waru. “Pada waktu meninggal kami juga melayat kesana,”ujarnya.
Pihaknya juga telah mengusulkan bantuan kursi roda dan kelengkapan lainnya ke Sentra Paramita, tetapi bantuan yang diusulkan tidak bisa terealisasi dengan cepat, karena menunggu jadwal pada bulan Mei. “Insyallah jadwalnya bulan Mei,”imbuhnya. (Her)

