Selong (Suara NTB) – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram yang masih berlangsung di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diduga kuat disebabkan oleh praktik penimbunan oleh oknum tertentu. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat mendesak pemerintah kabupaten segera membentuk satuan tugas pengawasan.
Ketua Komisi IV DPRD Lotim, Lalu Hasan Rahman, mengungkapkan bahwa meskipun Pertamina dan pemerintah daerah mengklaim stok dalam kondisi aman, fakta di lapangan justru menunjukkan masyarakat masih sangat kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut.
Diketahui, informasi dari pemerintah daerah, kemudian dari Pertamina diklaim semua aman. Akan tetapi, suasana masih bergolak di tengah masyarakat. “Kalau ada nanti isu-isu kelangkaan, pasti masyarakat juga akan melakukan penimbunan,” ujar Maniq Rahman.
Menanggapi kondisi itu, DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten Lotim segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) pengawasan yang terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, aparat penegak hukum, dan Pertamina. Selain itu, pihaknya juga meminta Pertamina menyampaikan data lengkap jumlah pangkalan dan pengecer gas elpiji di wilayah Lotim guna mempermudah pengawasan dan penindakan.
Sekda Lotim H. M. Juaini Taofik, menyampaikan bahwa Pertamina akan menambah pasokan gas elpiji 3 kg sebanyak 24.440 tong. Penambahan kuota tersebut mulai disalurkan pada Senin sore.
“Mulai nanti sore akan ada penebalan kuota. Normalnya kita ini 35 ribu lebih. Alhamdulillah dalam minggu ini ada tambahan dari Pertamina sebanyak 24.440 tong,” ujar Juaini.
Penyaluran prioritas difokuskan di empat kecamatan yang sempat mengalami antrean panjang, yakni Kecamatan Pringgasela, Lenek, Aikmel, dan Wanasaba. Pemerintah memastikan kecamatan lain akan mendapatkan jatah tambahan secara merata pada hari-hari berikutnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menegaskan dalam rilisnya bahwa stok elpiji 3 kg di Kabupaten Lombok Timur dipastikan aman dan mencukupi. Pengecekan lapangan telah dilakukan dari level SPPBE hingga pangkalan.
“Pengecekan telah dilakukan dan kami pastikan penyaluran berjalan normal dan lancar. Sebagai mitigasi, Pertamina telah melaksanakan penyaluran tambahan pada momen libur panjang minggu ini sebanyak 17 ribu tabung kepada masyarakat Lombok Timur dan sekitarnya, yang mana jumlah ini mencapai 50% dari alokasi normal. Selanjutnya juga dilaksanakan operasi pasar tiga hari ke depan yang sudah dimulai pada hari ini (5/4),” papar Ahad.
Untuk pelaksanaan operasi pasar, Pertamina Patra Niaga akan menyalurkan sebanyak 24 ribu tabung atau setara dengan 70 persen alokasi normal. Operasi pasar hari pertama dilakukan melalui penambahan alokasi pangkalan, sedangkan dua hari berikutnya akan dilaksanakan di titik-titik krusial sesuai koordinasi dengan pemda setempat.
Sebagai antisipasi lebih lanjut, Pertamina Patra Niaga juga telah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) gabungan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum pada Kamis (2/4) lalu sebagai tindak lanjut keluhan masyarakat.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji melon di pangkalan resmi Pertamina agar mendapatkan harga sesuai HET Rp18.000 dengan kualitas dan kuantitas yang tepat. Masyarakat dapat mengakses lokasi pangkalan terdekat melalui laman https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg. (rus)

