Selasa, April 7, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURRSUD dr. R. Soedjono Selong Sebut Tenaga Medis Tak Bisa WFH

RSUD dr. R. Soedjono Selong Sebut Tenaga Medis Tak Bisa WFH

Selong  (Suara NTB) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Raden Soedjono Selong, Kabupaten Lombok Timur, menegaskan bahwa tenaga medis tidak dapat menerapkan pola kerja Work From Home (WFH). Pasalnya, tenaga kesehatan di rumah sakit tipe B tersebut langsung bersinggungan dengan pasien yang membutuhkan kunjungan dan pelayanan secara langsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Selong, dr. Anjasmoro, menjelaskan bahwa kehadiran fisik tenaga medis di fasilitas kesehatan menjadi keharusan mutlak untuk menjamin mutu layanan.

“Tenaga medis kami tidak mungkin WFH karena setiap hari berhadapan langsung dengan pasien yang butuh penanganan segera, baik di IGD, ruang rawat inap, maupun layanan spesialistik lainnya,” ujar dr. Anjasmoro, Senin (6/4).

Hingga saat ini, RSUD dr. R. Soedjono Selong memiliki 54 dokter spesialis, 60 dokter umum, serta total 1.439 karyawan. Selain itu, sebanyak 468 tenaga perawat bertugas, terdiri dari 118 PNS, 28 PPPK, dan 323 tenaga kontrak. Dengan jumlah sumber daya manusia tersebut, rumah sakit terus memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Timur dan sekitarnya.

dr. Anjasmoro menyampaikan bahwa peningkatan animo masyarakat terhadap layanan rumah sakit tidak semata-mata karena ketersediaan tempat tidur, melainkan karena penambahan jenis layanan.

“BOR (Bed Occupancy Rate) kami sekitar 60-70 persen dan terus meningkat. Bukan karena tempat tidur, tapi layanan bertambah. Yang sebelumnya tidak ada menjadi ada,” jelasnya.

RSUD dr. R. Soedjono Selong menyediakan berbagai unit layanan unggulan, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, serta gedung Mother and Child Center (MCC) yang dilengkapi ruang bersalin, ruang perawatan, dan dua kamar operasi.

Rumah sakit juga terus mematangkan persiapan operasional Catheterization Laboratory (Cathlab) untuk penanganan penyakit jantung, saraf, serta bedah toraks kardiovaskular (BTKV). Layanan ini menjadi prioritas mengingat penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab kematian tertinggi berdasarkan data rekam medis tahunan. Tenaga medis spesialis yang kompeten, meliputi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis intervensi, dokter spesialis BTKV, serta dokter spesialis bedah saraf, telah disiapkan.

Selain itu, dari total 302 tempat tidur pasien, sebanyak 60 kamar sedang dalam proses pembenahan untuk menerapkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) secara bertahap.

Tenaga keperawatan terus menunjukkan dedikasi maksimal meskipun masih terdapat kekurangan tenaga di sejumlah unit pelayanan penting seperti ruang perinatologi (neonatus), ICU, dan hemodialisis.

Para perawat rumah sakit telah meraih berbagai prestasi di tingkat Provinsi NTB, termasuk Juara 1 Lomba Nakes Teladan serta Juara 2 Lomba Penanganan Kegawatdaruratan Kardiovaskular.

Kabag Humas RSUD Soedjono Selong, Muksan Efendi menuturkan pada Maret 2026, rumah sakit menggelar pelatihan internal In House Training (IHT) Code Stroke dengan menghadirkan dua dokter spesialis saraf guna meningkatkan kemampuan penanganan pasien stroke secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dengan didukung tenaga medis profesional yang tidak dapat digantikan oleh kerja jarak jauh serta beragam layanan spesialistik yang terus dikembangkan, RSUD dr. R. Soedjono Selong berkomitmen menjadi pusat rujukan kesehatan andalan bagi masyarakat Lombok Timur dan sekitarnya. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO