Kamis, April 9, 2026

BerandaNTBLOMBOK UTARATingkatkan Motivasi Petani, Pemdes Minta Gelar Kontes Ternak

Tingkatkan Motivasi Petani, Pemdes Minta Gelar Kontes Ternak

 

Tanjung (Suara NTB) – Budi daya ternak sapi dan kambing di Kabupaten Lombok Utara (KLU) diklaim mengalami kelesuan akibat harga ternak yang rendah. Khusus Kambing, harganya merosot. Untuk menggairahkan harga jual ternak, Pemda Lombok Utara diminta untuk menggelar kontes ternak.

Kepala Desa Segara Katon, Ramdan, Rabu (8/4/2026) mengungkapkan, Pemda Lombok Utara perlu mencari terobosan untuk menggairahkan budidaya sektor pertanian subsektor peternakan, khususnya kambing. Dirinya mendorong agar Pemda lebih rutin menggelar kontes ternak baik sapi dan kambing. Even ini sebagai langkah promosi agar ternak yang dipelihara masyarakat memiliki nilai jual.

“Harus diakui, peternakan sapi dan kambing saat ini sedang lesu. Terlebih kambing, tidak banyak perputaran ternak karena harganya rendah,” ujar Ramdan.

Menurut dia, beternak sapi dan kambing di masyarakat masih merupakan pekerjaan yang paling banyak digeluti (inklusif). Pada peternakan sapi, masyarakat masih menjadikannya rutinitas pekerjaan karena komoditasnya dapat diperjualbelikan kapan pun dan laris di pasar. Kendati pasar ternak sapi juga tidak seramai program Bumi Sejuta Sapi yang pernah digaungkan oleh Pemprov NTB belasan tahun lalu. Ketika itu, pasar ternak sapi terbuka sampai ke Provinsi lain. Lalu lintas perdagangan sapi juga terlihat hidup.

Belakangan, pasar ternak terkesan mengalami stagnasi karena lalu lintas perdagangan melibatkan penjual dan pembeli lokal dan antarkabupaten. Belum ada pasar yang lebih luas yang memungkinkan bagi petani ternak untuk memperoleh harga jual yang tinggi.

Lebih-lebih pada ternak kambing. Ramdan tak menyangkal, dirinya sebagai pelaku usaha ternak kambing, merasakan sulitnya petani menggantungkan ekonomi pada pemeliharaan kambing.

“Banyak informasi yang kami dapatkan, harga kambing kurang menarik. Kalaupun masyarakat membudidayakan, sifatnya hanya sebagai pekerjaan sampingan.”

“Kita berharap Pemda menyiapkan wadah Kontes Ternak yang bisa mendorong geliat budidaya kembali seperti dulu. Sehingga harga kambing tidak hanya bergantung pada hari raya Kurban,” tandasnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU, Tresnahadi, S.Pt., mengakui aspirasi masyarakat untuk menyelenggarakan Kontes Ternak pernah diusulkan pada APBD-P tahun 2025 lalu. Sayangnya, usulan tersebut belum dapat diakomodir karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Sementara pada APBD murni 2026, pihaknya tidak mengajukan usulan karena adanya rasionalisasi pada pagu Dana Transfer pusat ke daerah.

“Apapun aspirasi masyarakat, kita coba akomodir. Tetapi meskipun begitu, rencana program kita sangat bergantung pada kemampuan anggaran,” ujarnya.

Ia menilai, usul masyarakat tersebut cukup bagus untuk disikapi serius oleh daerah. Pasalnya, di banyak daerah, kontes ternak terbukti memberi dampak signifikan pada terbentuknya harga pasar ternak di daerah tersebut.

“Tahun lalu, kita sudah lapor Pak Bupati dan beliau juga sangat mendukung. Beliau arahkan untuk koordinasi, bahkan telaah staf sudah kita lakukan, tetapi realisasinya masih tertunda. Harapan kita, seiring berjalannya waktu, kontes ini dapat kita laksanakan. Instrumen ini cukup efektif bagi kita untuk mencari ternak unggul, mempengaruhi nilai jual ternak, dan lebih penting lagi memicu semangat petani untuk memelihara ternak menjadi ternak yang sehat dan berkualitas,” tandasnya. (ari)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO