Senin, April 13, 2026

BerandaEKONOMIKonflik Timur Tengah Tak Surutkan Minat Masyarakat NTB Umrah dan Berhaji

Konflik Timur Tengah Tak Surutkan Minat Masyarakat NTB Umrah dan Berhaji

Mataram (Suara NTB) – Konflik di kawasan Timur Tengah yang memanas dalam sebulanan terakhir akibat perang AS dan Israel terhadap Iran hingga saat ini tidak menyurutkan minat masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci. Antusiasme justru tetap tinggi, bahkan cenderung stabil di tengah berbagai dinamika global.

Dewan Penasihat Perhimpunan Travel Haji dan Umrah (PATUH) NTB sekaligus Direktur Utama Muhsinin Tour dan Travel, H. Ahmad Muharis, mengatakan hingga saat ini tidak ada penurunan signifikan minat masyarakat untuk berangkat umrah. Kekhawatiran terhadap situasi geopolitik tidak menjadi penghalang utama bagi calon jamaah.

“Dengan adanya gejolak di Timur Tengah ini, masyarakat tidak pernah surut untuk berumrah. Bahkan saya belum pernah mendengar ada yang membatalkan niat umrah karena perang. Justru yang sering ditanyakan adalah kapan berangkat dan berapa biayanya,” ujar H. Haris, Sabtu, 11 April 2026, usai melakukan Ta`aruf dan Halal Bihalal yang digelar bersama puluhan calon jamaah haji yang akan diberangkatkan secara khusus pada musim haji tahun ini.

Menurutnya, tingginya minat tersebut menunjukkan kuatnya semangat religius masyarakat NTB dalam menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Umrah tetap dipandang sebagai kebutuhan spiritual yang penting, terlepas dari situasi global yang terjadi.

Ia menjelaskan, saat ini operasional pemberangkatan umrah memang distop sementara, mengikuti siklus musim haji yang sebentar lagi akan di mulai. Biasanya, layanan umrah akan kembali dibuka setelah rangkaian ibadah haji selesai.

“Sekarang memang jeda karena musim haji. Nanti setelah haji selesai, biasanya dibuka kembali. Sampai saat ini belum ada informasi penutupan umrah karena konflik,” jelasnya.

Dari sisi jumlah, Muhsinin Tour dan Travel travel sendiri mampu memberangkatkan sekitar 1.000 hingga 1.500 jamaah umrah setiap tahun. Mayoritas jamaah berasal dari NTB, meskipun ada juga dari luar daerah seperti Jakarta melalui jaringan mitra.

“Sekitar 99 persen jamaah kami dari NTB, sisanya dari luar daerah. Dan jumlah yang berangkat dari kami sendiri, tidak pernah surut,” katanya.

Meskipun, Muharis tak menampikkan, persaingan bisnis travel umrah saat ini semakin ketat, ditandai dengan munculnya banyak biro perjalanan baru yang menawarkan harga lebih murah. Namun, pihaknya memilih tetap konsisten menjaga kualitas layanan dibandingkan bersaing di harga rendah.

Ia menilai, paket umrah dengan harga terlalu murah berpotensi menurunkan kualitas pelayanan, yang pada akhirnya dapat merugikan jamaah.

“Sekarang banyak yang menawarkan harga di kisaran Rp26 juta sampai Rp30 jutaan. Kami tidak ingin tergiur dengan itu. Kami tetap konsisten dengan pelayanan dan fasilitas yang sudah teruji,” tegasnya.

Muhsinin Tour sendiri menetapkan harga paket umrah di kisaran Rp38,5 juta dengan jaminan fasilitas dan pelayanan yang terstandar Bintang 5. Ia menekankan bahwa konsistensi kualitas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan jamaah. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO