Mataram (suarantb.com) –
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, tidak pernah menyampaikan atau mengklaim dirinya sebagai cucu dari Gubernur pertama NTB, Raden Ario Muhammad Ruslan Tjakraningrat.
Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di ruang publik dan sejumlah pemberitaan yang berkembang belakangan ini.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak bersumber dari pernyataan yang bersangkutan.
“Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa Bapak Sekda Abul Chair tidak pernah menyampaikan kepada siapa pun, termasuk kepada media, bahwa dirinya merupakan cucu dari Gubernur pertama NTB,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemprov NTB juga telah menerima klarifikasi dari pihak keluarga Gubernur pertama NTB terkait garis keturunan yang bersangkutan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa Raden Ario Muhammad Ruslan Tjakraningrat memiliki keturunan langsung dari tiga orang anak, yang kemudian melahirkan garis cucu dari keluarga tersebut. Penjelasan ini menjadi rujukan dalam memastikan ketepatan informasi yang beredar di masyarakat.
Dengan demikian, informasi yang menyebutkan bahwa Sekda NTB merupakan cucu Gubernur pertama NTB adalah tidak tepat dan perlu diluruskan.Pemprov NTB menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki informasi mengenai asal-usul penyebutan tersebut, serta memastikan bahwa hal itu bukan berasal dari pernyataan resmi yang bersangkutan.
“Yang perlu kami sampaikan adalah pentingnya merujuk pada informasi yang terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik,” tambahnya.
Melalui klarifikasi ini, Pemerintah Provinsi NTB mengajak seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk menjadikan informasi resmi sebagai rujukan bersama, sehingga tidak terjadi simpang siur maupun perdebatan yang tidak perlu.
Pemprov NTB juga menyampaikan apresiasi atas perhatian berbagai pihak terhadap akurasi informasi, serta berharap klarifikasi ini dapat menjadi titik akhir dari perbedaan persepsi yang berkembang. (r/ham)

