Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE.,mengatakan pembangunan Dompu ke depan harus dimulai dari desa. Desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek dan pusat pertumbuhan.
“Dari desa, kita bangun produktivitas. Dari desa, kita dorong investasi. Dan dari desa, kita wujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” ungkap Bupati pada pelaksanaan Musrembang Kabupaten Dompu di Aula Pendopo Bupati pada, Senin, 13 April 2026.
Tema Musrembang tahun 2026 yakni “Peningkatan produktivitas dan investasi berbasis desa untuk mendukung industri, ketahanan pangan, dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Dompu.”
Bupati juga mengakui, tantangan pembangunan Kabupaten Dompu masih cukup kompleks. Beberapa isu strategis yang masih perlu menjadi perhatian diantaranya pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting masih menjadi prioritas utama. Selain itu,peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Peningkatan produktivitas sektor unggulan daerah, khususnya pertanian, peternakan, dan perikanan. Transformasi dari pola produksi tradisional menuju sistem pertanian terpadu, penggunaan benih unggul dan mekanisasi, penguatan hilirisasi dan industri pengolahan, serta konektivitas pasar yang lebih luas.
“Desa harus menjadi pusat produksi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menopang ketahanan pangan dan industri lokal dalam mewujudkan Kabupaten Dompu sebagai lumbung pangan dan sentra peternakan yang maju,” katanya mengingatkan.
Peningkatan kesempatan kerja dan penurunan tingkat pengangguran terbuka juga menjadi isu strategis di Kabupaten Dompu. Begitu juga dengan penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel, transparan, terarah dan berbasis digital.
Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Aris Ansary, ST, MT., dalam laporannya menyampaikan, berdasarkan RPJMD tahun 2025-2029 dan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun 2025 ditetapkan target indikator makro pembangunan daerah tahun 2027. Diantaranya, pertumbuhan ekonomi dalam rentang 5,3-6,3 persen, PDRB perkapita ditargetkan dalam rentang Rp43,5 juta – Rp44,5 juta.
Angka kemiskinan dalam rentang 9,8–10,20 persen dan miskin ekstrem 0 persen. Rasio gini dalam rentang 0,285-0,315, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam rentang 74,5–75 poin, dan tingkat penganguran terbuka 2,54-2,65 persen.
Untuk mewujudkan target itu lanjutnya, harus melalui penguatan transformasi sosial yaitu peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, memperkuat sistem perlindungan sosial yang menjangkau kelompok rentan dan miskin, serta kesetaraan gender.
Penguatan transformasi ekonomi diarahkan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas berbasis potensi lokal, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui hilirisasi, digitalisasi ekonomi, dan kemitraan usaha.
Transformasi tata kelola diarahkan melalui peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, efektif, transparan, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan peran kelembagaan dan sinergi antar-opd serta kolaborasi dengan masyarakat dan sektor swasta.
Musrembang Kabupaten Dompu ini juga dihadiri Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, SH. Wakil Ketua DPRD Dompu, Ismul Rahmadin, S.Pd.I menyampaikan point–point masukan Dewan. Sementara hadir sebagai pembicara dari Bappeda dan Litbang Provinsi NTB, akademisi Universitas Mataram, dan Kepala BPS Kabupaten Dompu. (ula)

