Giri Menang (Suara NTB) – Jembatan darurat di Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) putus beberapa hari lalu. Akibatnya, kegiatan masyarakat sekitar pun sangat terganggu. Anak-anak di yang ada di daerah itu tidak berani ke sekolah. Jembatan ini putus pada 23 Februari 2026 lalu, hingga kini belum ditangani secara permanen oleh Pemkab.
Kepala Desa Sekotong Timur, H. Marwan Hakim mengatakan, jembatan darurat putus sekitar lima hari lalu. Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan warga masyarakat. “Lima enam hari lalu putus lagi, kami pun gotong royong pasang tiga pohon Kelapa agar bisa dilalui oleh anak sekolah,” katanya, Selasa (14/4/2026).
Kondisi jembatan yang putus itu, anak-anak tidak berani ke sekolah. Orang tua juga melarang mereka sekolah, karena khawatir keselamatan anak-anak mereka. “Karena memang berisiko, tiga pohon kelapa kita pasang sementara agar bisa dilalui saja,” imbuhnya.
Pihaknya pun sudah menyampaikan ke tim BPBD yang turun ke lokasi agar Dinas PU segera membangun jembatan permanen. Dari informasi yang diterima, saat ini masih persiapan kelengkapan lelang untuk pembangunan jembatan. Ini dilakukan karena waktu turun mengecek jembatan putus tersebut, pihak dinas akan menangani jembatan permanen pada bulan April ini.
Pihaknya pun akan menghadap Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini pada Rabu (15/4) untuk menagih komitmen ini, karena ia khawatir jatuhnya korban. Terlebih saat ini warga, terutama pengendara dari kalangan guru yang mengajar di sekolah Mareje harus jalan kaki, bahkan ada yang nekat berani membawa kendaraan melalui jembatan tersebut. “Terpaksa mereka lalui jembatan itu, karena satu-satunya jalan terdekat,” jelasnya.
Penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terhambat, orang tua tepaksa mengambil ke seberang jembatan. Ia khawatir jika terlalu lama menunggu, makanan MBG ini bisa-bisa menjadi basi.
Selain jembatan, akses jalan menuju daerah itu juga akan ditangani bersamaan atau satu Paket. Penanganan jembatan rencananya dari BTT, sedangkan jalan dianggarkan dari APBD murni 2026 ini. (her)

