Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mendapatkan jatah kuota magang sebanyak 2.000 orang ke Jepang pada 2026. Kuota ini didapatkan atas kerja sama Pemprov NTB dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., mengatakan, ribuan kuota magang ke Jepang yang telah disiapkan itu diperuntukkan bagi lulusan SMK.
“Rekrutmennya yang tamatan SMK tapi dimulai dari kelas XII, kelas XII yang sekaranglah misalnya. Kita mulai kelas XII sekarang mana yang memang potensial dan siap itu yang kita kirim,” ujarnya usai bertemu Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Rabu (15/4/2026).
Selain mendapat pendidikan, para lulusan SMK tersebut nantinya akan menjalani program magang dan bekerja.
Pemprov NTB, kata Aidy telah menyiapkan skema perekrutan dengan menggandeng mitra di bawah koordinasi Kemendes.
“Jadi skemanya adalah rencana rekrutmen kita bersama mitra kerja di bawah koordinasi Kemendes ini, adalah proses rekrutmen dari kriteria persyaratan untuk memenuhi pemberangkatan penugasan ke Jepang mulai tahun ini dan ditargetkan 2.000 apakah bisa tahun ini bisa sampai tahun depan, pokoknya target 2.000,” ujarnya.
Langkah lain dalam persiapan rekrutmen magang ke Jepang tersebut adalah dengan menjalin kemitraan untuk menyiapkan instruktur yang akan melatih para peserta. Pelatihan akan bekerja sama dengan Dikpora NTB untuk mengintervensi siswa dalam penguasaan bahasa Jepang sejak kelas XI.
“Sehingga begitu dia tamat nanti anak-anak yang memang sudah punya keinginan kuat ke Jepang kita rekrut sejak awal, bahkan sejak masuk kata Pak Gubernur, dan kita mulai kelas X, kelas XI, kelas XII,” terang mantan Kadis Dinas Ketahanan Pangan NTB itu.
Jenis Pekerjaan yang Dibutuhkan
Aidy menyebut ada beragam jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan di Jepang tersebut. “Macam-macam, ada di kesehatan, ada di industri, ada di distribusi kayak driver. Kemudian teknologi juga, bahkan juga ada komputer. Jadi aneka, aneka kompetensi,” sebutnya.
Adapun jumlah uang saku yang akan didapatkan para peserta pemagangan cukup fantastis. Eks Kadis Dikpora itu menyebut, jumlah uang saku yang diterima tergantung level kemampuan berbahasa peserta.
“Kalau yang mempunyai kemampuan level bahasanya N2 namanya, N2 itu kalau Bahasa Inggris ya TOEFL IELTS-nya. Itu N2 itu sekitar 120 sampai 250 Yen, antara Rp17 sampai Rp25 juta per bulan,” kata Aidy.
Aidy belum bisa memastikan apakah proses rekrutmen nantinya akan dikenakan tarif atau tidak. Pihaknya masih menunggu kejelasan dari Kemendes PDTT. “Saya masih ingin mendengarkan penjelasan dari Pak Menteri dulu besok,” tegasnya.
Program pemagangan yang akan disiapkan Pemprov NTB dan Kemendes PDTT ini merupakan bentuk terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pendidikan, peluang kerja, dan sebagai salah satu inovasi beasiswa.
“Kalau selama ini kan APBD full beasiswa dan sekembalinya kan belum ada imbasnya. Tetapi saya katakan ini adalah model inovasi beasiswa, tidak sekadar kuliah tetapi bekerja. Sudah dibiayai jadi produktif,” pungkasnya. (sib)

