Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, secara resmi menyerahkan jaket kepada 1.406 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Lotim. Penyerahan simbolis sekaligus pemasangan jaket dilakukan di ruang kerja Bupati Lotim pada Rabu (15/4/2026).
Bupati Iron menjelaskan bahwa jaket berwarna coklat muda dengan logo Lombok Timur ini diberikan agar para jemaah bisa saling mengenali dan membantu selama menjalankan ibadah haji.
“Supaya jemaah haji kita khusus Lombok Timur saling menandai, saling mengetahui, saling memaklumi. Apabila nanti ada yang mungkin salah jalan atau tidak tahu alamat pulang, ketika ada tulisan logo ini, akan dibantu oleh jemaah lain yang memahami,” ujar Bupati.
Kepala Kantor Kementerian Agama Lotim, H. Makkinuddin, mengapresiasi pemberian jaket ini sebagai bentuk perhatian Bupati kepada para jemaah. Selain jaket, Pemkab Lotim juga menanggung biaya transportasi dari Selong ke Asrama Haji di Mataram serta menyediakan pengawalan penuh.
“Atas nama jemaah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Wakil Bupati. Tahun ini ada tambahan dukungan berupa jaket untuk seluruh jamaah haji kita yang akan berangkat. Di samping itu, transportasi gratis dan pengawalan juga sudah disiapkan,” kata Makkinuddin.
Makkinuddin merinci bahwa total jemaah haji Lotim tahun ini berjumlah 1.406 orang yang terbagi dalam lima kloter. Tiga kloter khusus Lombok Timur (kloter 1, 6, dan 9) masuk dalam gelombang pertama, sedangkan dua kloter lainnya (kloter 12 dan 15) merupakan kloter campuran dengan Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Sumbawa.
“Kloter pertama berangkat pada 21 April 2026 dengan jumlah 393 jemaah plus petugas. Mereka akan berkumpul di Masjid Anwaruddin Selong pukul 15.00 Wita. Pak Bupati rencananya akan melepas keberangkatan sebelum Salat Subuh pukul 04.00 Wita tanggal 21 April. Setelah Subuh, baru kita berangkat ke Asrama Haji Mataram,” jelasnya.
Dua kloter campuran dijadwalkan berangkat pada 9 Mei 2026. Terkait lansia, Makkinuddin menyebut terdapat 58 jamaah prioritas lansia yang usianya di atas 65 tahun, dengan jamaah paling tua kelahiran 1940.
“Semoga dengan perhatian dari pemerintah daerah ini, seluruh jemaah haji Lombok Timur dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya. (rus)

