Kamis, April 16, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMGenjot Pengelolaan Sampah dan Infrastruktur

Genjot Pengelolaan Sampah dan Infrastruktur

PEMERINTAH Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, memprioritaskan tiga program utama dalam Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM), yakni pengelolaan sampah berbasis tempah dedoro, revitalisasi jalan lingkungan, serta perbaikan saluran drainase.

Ketiga program tersebut dinilai sebagai kebutuhan mendesak masyarakat yang berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan aktivitas sehari-hari warga.

Lurah Mataram Timur, Ryan Hadi Utama, mengatakan usulan tersebut sebenarnya telah diajukan pada MPBM 2025. Namun, karena belum terealisasi, program tersebut kembali menjadi prioritas pada tahun ini.

“Sementara ini kami memprioritaskan program sebelumnya yang belum terealisasi. Tahun ini kita genjot agar bisa segera dilaksanakan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, pihak kelurahan bersama pendamping fasilitator akan berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram agar usulan tersebut dapat masuk dalam perencanaan dan direalisasikan pada 2027 mendatang.

Menurut Ryan, persoalan sampah menjadi fokus utama yang harus segera ditangani secara serius dan berkelanjutan. Oleh karena itu, program tempah dedoro didorong sebagai solusi berbasis lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Tempah dedoro ini menjadi salah satu program unggulan untuk menyikapi persoalan sampah, sehingga kami dorong penerapannya di setiap lingkungan,” jelasnya.

Program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai upaya edukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pengurangan sampah dari sumbernya.

Saat ini, implementasi tempah dedoro dengan media berukuran sekitar satu meter telah mulai diterapkan di dua lingkungan, yakni Karang Bedil dan Karang Sukun. Ke depan, pemerintah kelurahan menargetkan seluruh lingkungan di Mataram Timur dapat mengadopsi program tersebut secara merata.

Di sisi lain, kebutuhan akan infrastruktur dasar juga menjadi perhatian serius. Revitalisasi jalan lingkungan dan perbaikan drainase dinilai penting untuk mendukung mobilitas warga serta mencegah potensi genangan air, terutama saat musim hujan.

Hal ini mengemuka dalam musyawarah tingkat lingkungan, di mana mayoritas warga mengusulkan perbaikan jalan dan drainase sebagai kebutuhan prioritas.
“Semua lingkungan mengusulkan perbaikan jalan dan drainase karena itu kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Ryan menambahkan, dengan adanya sinergi antara program pengelolaan sampah dan pembangunan infrastruktur, diharapkan kualitas lingkungan permukiman di Mataram Timur dapat meningkat secara signifikan.

Ia berharap seluruh usulan yang diajukan dalam MPBM tahun ini dapat terealisasi sesuai rencana pada 2027, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, baik dari aspek kebersihan, kenyamanan, maupun infrastruktur dasar. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO