Kamis, April 16, 2026

BerandaNTBJelang Iduladha, Lotim Tidak Kekurangan Stok Sapi Potong

Jelang Iduladha, Lotim Tidak Kekurangan Stok Sapi Potong

Selong (Suara NTB) – Memasuki musim haji dan menjelang Iduladha, Dinas Peternakan Lombok Timur (Lotim) memastikan ketersediaan sapi potong di Lotim dalam kondisi aman. Berdasarkan data terkini, populasi sapi di Lotim tercatat mencapai 130 ribu ekor.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Lombok Timur, Drh. Hultatang kepada Suara NTB, Kamis (16/4/2026) menjelaskan, stok sapi potong di pasar-pasar hewan masih cukup dan tidak mengalami kekurangan.

“Ketersediaan kita cukup. Karena di Pulau Lombok ini mobilitas ternak sangat tinggi, saling menyokong antar kabupaten. Lombok Timur dengan populasi 130 ribuan ekor, sama-sama tinggi dengan Lombok Tengah dan daerah lainnya sehingga pergerakan ternak saling mendukung,” ujar Drh. Hultatang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Lotim tidak hanya memasok kebutuhan kurban untuk wilayah sendiri, tetapi juga ke kabupaten lain, bahkan hingga ke Kota Mataram yang dikenal kekurangan sapi potong.

“Di pasar hewan (Pasar Ternak Masbagik, red) sapi potong khususnya sapi Bali tersedia terus, begitu juga sapi eksotik selalu ada. Kami juga mewawancarai para saudagar, hasilnya cukup, tidak sampai kekurangan,” tambahnya.

Menurutnya, tantangan utama bukan pada stok, melainkan daya beli masyarakat. Jika jumlah pemotongan hewan kurban tahun ini cenderung turun, itu mengindikasikan pelemahan daya beli. Sebaliknya, jika meningkat, menunjukkan ekonomi masyarakat tumbuh baik.

Hultatang juga mengungkapkan, masyarakat Lotim lebih memilih sapi Bali untuk kurban dibanding sapi eksotik karena pertimbangan harga. Dengan uang sekitar Rp12 juta hingga Rp13 juta, masyarakat sudah bisa mendapatkan sapi Bali siap potong. Sementara dengan nominal yang sama, sapi eksotik hanya mendapatkan anakan umur 5-7 bulan.

“Kalau harga sapi Bali Rp12,5 juta sampai Rp13 juta sudah bisa kita potong. Sapi Bali untuk kurban nanti lebih banyak,” jelasnya.

Untuk sapi Bali, lokasi penggemukan banyak terdapat di daerah Suela. Sedangkan sapi eksotik tersebar di beberapa kecamatan seperti Pringgasela, Selong, dan lainnya.

Dinas Peternakan Lotim saat ini tengah melakukan pendataan populasi sapi secara detail. Data sementara menunjukkan angka 130 ribu ekor, namun masih perlu disandingkan antara angka kelahiran dan pemotongan untuk tahun 2025.

“Kami akan survei ke beberapa tempat. Saya memantau di pasar hewan, kondisinya sangat aman untuk kebutuhan haji dan kurban,” tutup Drh. Hultatang. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO