Taliwang (Suara NTB) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat, Hairul meminta seluruh jajaran pemerintahan memperkuat koordinasi antar lini selama masa penerapan Work From Home (WFH). Tujuannya agar pelayanan publik dan pelaksanaan program prioritas daerah tetap berjalan efektif meski sebagian ASN bekerja dari rumah.
“WFH tidak boleh jadi alasan menurunnya kinerja. Koordinasi antar lini, mulai dari asisten, kepala OPD, camat, lurah, hingga kepala desa harus lebih intens. Kita pastikan setiap program menyentuh masyarakat tepat waktu,” kata Sekda, Rabu (22/4).
Dari hasil evaluasi diakui Sekda, sudah cukup baik. Efektifitas kerja birokrasi diharapkan lebih optimal,sehingga koordinasi harus menjadi prioritas di setiap jenjang tanpa terkecuali. “Antar staf, antar bidang dalam satu OPD harus kompak kerja samanya,” cetusnya.
Ia juga meminta kepada seluruh kepala OPD melakukan pengawasan ketat pada seluruh jajarannya. Sebagai pimpinan tiap pimpinan OPD memiliki tanggung jawab melekat memantau kinerja anggota timnya meski dalam skema kerja fleksibel. “Semua SOP penerapan WFH dijalankan. Jangan biarkan anggota timnya bekerja tanpa pengawasan. Dan semua staf kita harapkan mempertahankan ritme kerjanya,” paparnya.
Sekda kembali menegaskan bahwa konsep WFH bukan hari libur. Sebab itu penilaian kepegawaian mulai dari apel, absensi daring, dan capaian kinerja harian tetap menjadi indikator. Untuk unit layanan dasar seperti RSUD, puskesmas, Damkar, Satpol PP, dan BPBD, pola kerja tetap menggunakan sistem bergiliran dengan mengikuti standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.
“Prinsipnya satu. Kerja boleh dari rumah, tapi tanggung jawab dan koordinasi tidak boleh dari rumah saja. Semua lini harus bergerak,” pungkasnya.(bug)

