Mataram (Suara NTB) – Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di NTB meningkat. Berdasarkan luasan lahan, Pulau Sumbawa memiliki risiko kebakaran lebih tinggi dibanding Pulau Lombok. Meski jumlah penduduk antara kedua daerah ini jauh lebih banyak Lombok, namun lahan rawan kebakaran didominasi di Sumbawa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi mengatakan alasan Pulau Sumbawa memiliki risiko karhutla lebih tinggi dibanding Lombok, karena kawasan ini memiliki lahan jagung yang jauh lebih luas daripada Lombok. Berdasarkan data terakhir, sekitar 216 hektare kawasan di pulau ini rawan terbakar.
“Iya, jadi setiap polisi hutan kita turun ke lapangan ya sosialisasi ke masyarakat agar bagaimana Karhutla tidak terjadi. Itu yang terpenting,” ujarnya, kemarin.
Saat ini, DLH NTB mulai melakukan pemantauan titik-titik rawan tersebut melalui hotspot. Meski di beberapa kawasan masih turun hujan, namun tidak menutup kemungkinan terjadinya karhutla. Hotspot tersebut tidak hanya menjangkau kawasan hutan saja, tetapi juga lahan jagung. “Itu saya minta Kabid Gakkum untuk mengupdate setiap hari hotspot-hotspot itu,” tambahnya.
Di Pulau Lombok, yang perlu diantisipasi adalah kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Seperti bukit-bukit yang ada di Sembalun. Namun, untuk luasan lahannya, Didik mengaku belum menghitung berapa luas potensi kebakaran hutan di pulau seribu masjid ini.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin mengatakan saat ini pihaknya sudah mulai mengantisipasi terjadinya kekeringan di berbagai wilayah. Meski belum ada daerah yang memasuki zona siaga kekeringan, namun dipastikan ketersediaan air bagi masyarakat segera terdistribusikan saat dibutuhkan.
“Jadi panasnya memang luar biasa. Untuk kebutuhan masyarakat pasti akan selalu kita sediakan,” katanya.
Adapun karena terjadinya peralihan musim, masyarakat dilarang melakukan penyiapan lahan dengan cara membakar hutan. Begitupun dengan membuang sampah sembarangan, terutama putung rokok yang menjadi salah satu penyebab banyaknya kebakaran lahan.
“Jangan sampai begitu terbakar susah dipadamkan. Termasuk peringatan dini di beberapa tempat. Memang cuaca panas itu kita harus ekstra hati-hati. Juga menyiapkan kantong-kantong air untuk suplai air minum dan sebagainya,” pungkasnya. (era)

